Pemekaran Kabupaten Cirebon Lebih Rasional

JAWA BARAT

KUNINGAN, (PRLM).-Pemekaran kabupaten baik di Indramayu maupun di Kabupaten Cirebon yang daerahnya sangat luas, jauh lebih rasional dan sebaiknya hal itu dulu yang perlu dikemukakan dibanding dengan langkah pembentukan Provinsi Cirebon.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Masyarakat Adat Tatar Sunda (Duta Sawala) untuk Jawa Barat dan Banten, H. Eka Santosa, saat berkunjung ke Kuningan, Minggu (29/1).

Kalau ditanya soal layak atau tidak, wilayah Cirebon menjadi provinsi, menurutnya sangat layak. Hanya, untuk sementara lebih rasional pemekaran kabupaten dulu baik di Indramayu maupun Kabupaten Cirebon yang wilayahnya cukup luas.

“Kalau pendekatannya ingin menyejahterakan rakyat, lebih baik program pemekaran wilayah kabupaten, sehingga masyarakat yang ada lebih tersentuh pembangunan,” katanya.

Menurut dia, kalau hanya meminta sebuah pemekaran mengapa harus apriori, asalkan jangan meminta merdeka, "Jadi pemekaran harus kita dorong seperti yang terjadi di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Sorong, dimekarkan lagi dengan membentuk dua kabupaten baru Tambrauw dan Maibrat," katanya.

Ketertinggalan itu, kata Eka, akibat kekurangarifan para pemimpin bangsa di masa lalu. Kalau hanya sebuah pemekaran, semestinya dipertimbangkan selama itu tidak mengganggu itikad baik mereka. Tujuan daerah otonomi, adalah mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Jadi, kalau pendekatannya untuk menyejahterakan rakyat, lebih baik ditempuh dulu pemekaran kabupaten. Tapi, kalau langsung pembentukan Provinsi Cirebon, itu pendekatan secara politis,” papar mantan Ketua DPRD Jawa Barat itu.

Eka juga meminta kepada calon gubernur Jawa Barat mendatang, soal pemekaran kabupaten maupun pembentukan Provinsi Cirebon mesti mendapat perhatian serius, termasuk tahapan-tahapannya.

“Dan ini, sebenarnya harus Parpol yang punya program sehingga gubernur terpilih, tinggal menjalankan apa yang sudah diprogramkan Parpol yang mengusungnya,” kata Eka.(A-164/A-89)***

Baca Juga

Bibit Sudah Tua, Petani Terlambat Tanam Padi

JAWA BARAT
SEJUMLAH petani sedangn menanam padi di lahan kering di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh, Jumat (8/1/2016).*

MAJALENGKA,(PRLM).- Para petani di Desa Pilangsari dan Panyingkiran hampir seluruhnya terlambat melakukan tanam padi, sementara bibit ada yang sudah berusia 40 hari. Sebagian petani kini terpaksa melakukan tanam kering dengan cara dilanja (sunda:diaseuk).

Para Pendekar Menjadi Pendonor Darah

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- Pendekar yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Sukabumi mendonorkan darahnya. Aksi para pendekar Paguron Maung Bodas seiring kelangkaan darah yang menyebabkan sulitnya warga untuk memperoleh darah, telah memicu keprihatinan para masyarakat.

Jalan Menuju Desa Bungurberes Ambles

JAWA BARAT
Jalan Menuju Desa Bungurberes Ambles

KUNINGAN, (PRLM).-Belasan meter bagian jalan akses kendaraan menuju Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, ambles terseret pergerakan tanah, Senin (11/1/2016) pagi.

Kendaraan Berat Disiagakan di Zona Merah Bencana

JAWA BARAT

SUKABUMI (PRLM).- Dua puluh lebih kendaraan berat, Rabu (13/1/2016) disiagakan Balai Pengelolaan Jalan Wilayah II (BPJP) Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Penyiagaan kendaraan berat di sejumlah ruas jalan yang berada di zona merah untuk mengantisipasi bencana tanah longsor.