Penduduk Asli Aborigin Jauh Tertinggal dari Warga Pendatang

LUAR NEGERI

CANBERRA, (PRLM).- Setiap menjelang peringatan "Australia Day" yang dirayakan setiap tanggal 26 Januari itu, warga Aborigin selalu terkenang dengan penderitaan mereka di masa lalu. Sejak Inggris mendarat di Benua Australia pada 1778, tidak ada kemajuan signifikan yang dirasakan bangsa Aborigin. Padahal, saat ini Australia adalah salah satu negara kaya di dunia. Namun, kekayaan dan kesejahteraan masyarakat Australia itu tidak mendatangkan kebahagiaan bagi rakyat Aborigin.

Kemajuan rakyat Aborigin, kendati merupakan bangsa asli Australia, sampai saat ini tidak terlalu signifikan. Dibandingkan dengan pendatang dari Asia dan Timur Tengah, bangsa Aborigin masih tertinggal. Berdasarkan data, mayoritas Aborigin Australia kini tinggal di negara bagian Northern Teritory yang beribukotakan Darwin. Namun demikian, populasi Aborigin dapat ditemukan di semua negara bagian.

Pemerintah Australia selama ini membantah telah mengabaikan hak -hak masyarakat Aborigin. Pasalnya, selama ini pemerintah mengaku sudah membuat sejumlah kebijakan khusus bagi warga Aborigin Australia. Contohnya, di bidang pendidikan, warga Aborigin dapat diterima dengan mudah dis jeumlah universitas ternama di negara itu.

Mereka tidak perlu untuk melakukan tes seperti warga Australia lainnya. Akan tetapi, dilaporkan, masyarakat Aborigin tidak memanfaatkan dengan baik sejumlah kemudahan yang diberikan pemerintah tersebut. (A-133/das)***

Baca Juga

Malang Nian Nasib TKW, Usai Disiksa Dibuang ke Hutan

LUAR NEGERI

KUALA LUMPUR, (PRLM).- Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Lombok Timur, Norfia Linda, usia 23 tahun, mengalami siksaan oleh majikannya hingga mengalami lebam di seluruh mukanya, kepala, punggung serta 1 jari tangan patah.

Eropa Diminta Terima Sejuta Pengungsi Timur Tengah dan Afrika

LUAR NEGERI

JENEWA, (PRLM).- Negara-negara kaya harus bersedia menampung satu juta pengungsi Suriah dalam lima tahun ke depan untuk membantu mengakhiri rangkaian bencana yang terjadi di laut.

Konferensi Asia Afrika 2015

Indonesia dan Vietnam Sepakat Percepat Perundingan Perbatasan

LUAR NEGERI

JAKARTA, (PRLM).- Presiden RI, Joko Widodo (Jokwi) menyambut baik hasil negosiasi penentuan batas ZEE RI-Viet Nam pada bulan Maret 2015 dan lebih lanjut mendorong mempercepat penyelesaian negosiasi tersebut.

India Batasi Pendanaan Yayasan Ford

LUAR NEGERI

NEW DELHI, (PRLM).- India mengatakan yayasan Ford Foundation, salah satu badan amal terbesar AS, tidak dapat memberi uang kepada organisasi-organisasi India tanpa persetujuan dari pemerintah.