Headlines

KBB dan Perhutani Bahas Kerjasama

NGAMPRAH, (PRLM).- DPRD Kabupaten Bandung Barat akan membicarakan kerja sama dengan Perhutani dalam hal pengelolaan kawasan wisata di Kabupaten Bandung Barat. Tujuan pembicaraan kerja sama itu diarahkan pada rencana pengembangan pariwisata di kawasan selatan Kabupaten Bandung Barat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Tatang Gunawan mengatakan, saat ini potensi pariwisata di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat cukup tinggi. Akan tetapi, saat ini kondisi lokasi wisata tersebut belum tertata dengan baik.

“Kebanyakan kan wilayah selatan itu dikelola Perhutani. Kita akan mengajak Perhutani untuk mengelola potensi alam ini bersama-sama,” ujar Tatang, Jumat (20/1).

Ia menjelaskan, selama ini kawasan selatan Kabupaten Bandung Barat terkesan kurang mendapatkan perhatian ketimbang kawasan Kabupaten Bandung Barat bagian utara. Selama ini, konsentrasi wisatawan masih tergiur oleh tawaran wisata di utara Kabupaten Bandung Barat, seperti Cisarua, Parongpong, dan Lembang.

Padahal, Tatang menuturkan, sebenarnya potensi besar di wilayah selatan. Di satu kawasan Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat saja, ada banyak lokasi wisata potensial. Tidak hanya Curug (air terjun) Malela saja, tetapi juga ada Curug Ngebul, Curug Manglid, Curug Pameungpeuk, dan sebagainya.

“Mungkin sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk bernegosiasi dengan Perhutani sehingga bisa mengelola berbagai objek wisata alam bersama-sama. Kami dari DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memang harus proaktif untuk bernegosiasi dengan Perhutani. Jangan sampai nanti saling berebut ketika objek wisata sudah jadi dan mengasilkan pendapatan yang besar," ujarnya.

Selain kerja sama dengan pihak Perhutani, penjajakan kerja sama juga tidak menutup kemungkinan akan mengajak investor. Apalagi, saat ini Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sudah memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dengan demikian, potensi keuntungan dari investasi pun akan mendongkrak pemasukan pemerintah, dan juga keuntungan bagi pihak yang ikut kerja sama serta warga Kabupaten Bandung Barat. (A-196/A-26)***