Lulusan SMK Perunggasan Diminati Dunia Industri
CIAMIS, (PRLM).- Lulusan SMK Perunggasan banyak diminati industri peternakan. Total lulusan yang ada masih belum mencukupi permintaan dunia industri.
Direktur SMK Perunggasan Nurul Huda, H. Kuswara Suwarman mengatakan potensi peternakan ayam di Indonesia sangat besar. Namun, hal itu belum didukung dengan ketersediaan sumber daya manusia.
Maka, animo yang tinggi dari dunia industri terhadap anak didiknya itu sangat wajar. Apalagi, saat ini satu-satunya sekolah yang mengkhususkan diri pada industri perunggasan hanya sekolah yang berada di Desa Sindangmukti, Kecamatan Panumbangan itu.
"Baru ada satu yang memang dicetak untuk industri. Tahun ini kami akan memiliki 66 lulusan. Tapi, permintaan sudah ada 80," katanya saat ditemui di Teaching Farm Penetasan (Hatchery) SMK Nurul Huda, di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Selasa (17/1).
Kuswara menambahkan angkatan pertama sekolah itu, yakni lulusan tahun 2011 juga telah bekerja di sejumlah industri peternakan. Sekitar 14 orang dari total 39 lulusan bekerja di Singkawang, Kalimantan Barat.
Ditambahkannya masih rendahnya jumlah lulusan dikarenakan terbatasnya dana operasional sekolah. Apalagi, mayoritas siswa yang menuntut ilmu di sekolah itu berasal dari golongan ekonomi lemah. "Oleh karena itu kita juga tidak bisa menerima banyak murid meski peminatnya cukup banyak. Ya itu tadi dananya terbatas," ucapnya.
Kuswara berharap kedepan untuk pengembangan sekolah tersebut bisa memperoleh bantuan dari dunia industri dan pemerintah. "Kita butuhkan dukungan industri. Tidak hanya untuk penyerapan tenaga kerja tetapi juga untuk fasilitas pembelajaran agar para lulusan kian aplikatif untuk industri," katanya.
Sementara itu, ditemui secara terpisah Bupati Ciamis Engkon Komara menuturkan keberadaan smk perunggasan sesuai dengan potensi daerah Ciamis. Ia berharap keberadaan sekolah itu akan kian mendukung pengembangan potensi ekonomi di wilayah ini. "Tentunya kita akan selalu mendukung apapun potensi yang ada. Apalagi, perunggasan merupakan potensi ekonomi yang dimiliki Ciamis," katanya.
Ia menambahkan pihaknya juga akan mempertimbangkan penambahan jumlah peserta didik yang dibiayai melalui Alokasi Dana Desa (ADD) di sekolah tersebut. "Jangan sampai mengabaikan yang aplikatif. Akan diupayakan dilakukan penambahan, namun tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran," ujarnya. (A-188/A-147)***
Post new comment