Makin Rusak dan Kotor

Citarum Diandalkan untuk Air Minum, Listrik, Perikanan, dan Irigasi

BANDUNG RAYA
SEORANG warga Bojongemas, Solokanjeruk, Kab. Bandung memerhatikan aliran sungai sebelum dinormalisasi (Citarum Kolot/Citarum Lama) yang beralihfungsi menjadi tempat pembuangan sampah/limbah sejumlah pabrik.*
RETNO HERIYANTO/PRLM
SEORANG warga Bojongemas, Solokanjeruk, Kab. Bandung memerhatikan aliran sungai sebelum dinormalisasi (Citarum Kolot/Citarum Lama) yang beralihfungsi menjadi tempat pembuangan sampah/limbah sejumlah pabrik.*

BANDUNG, (PRLM).- Julukan Sungai Terjorok di Dunia yang dimuat di koran The Sun pada 2010 dan Sungai Panjang Terkotor oleh kantor berita CNN pada 2011 memang layak disematkan Sungai Citarum. Hampir sepanjang 297 kilometer mulai dari hulu sungai di Kertasari Kab. Bandung hingga bermuara di Pantai Muara Merdeka, Muara Gembong Kab. Bekasi, eksploitasi disertai pengrusakan tanpa batas terus dilakukan terhadap Sungai Citarum.

“Kita seakan tidak menyadari terhadap keberadaan Sungai Citarum yang sebelum mengalir ke Laut Jawa, sungai terbesar dan terpanjang di Jabar ini digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Waduk Saguling yang menghasilkan 700-1.400 megawatt, WadukWaduk Cirata (1.008 MW), dan Waduk Jatiluhur (187 MW). Ketiga PLTA itu memasok listrik untuk jaringan interkoneksi Pulau Jawa-Bali yang dihuni hampir separuh dari penduduk negeri ini, tapi ketergantungan akan air dari Sungai Citarum belum sepenuhnya menyadarkan kita untuk memelihara keberadaan Sungai Citarum,” ujar Sunardi Yogantara, sesepuh dan pendiri Warga Peduli Lingkungan Sungai Citarum.

Dikatakan Yogantara, yang juga Aktivis Pemberdaya Masyarakat untuk Membangun Inisiatif Masyarakat Mandiri, selain menjadi sumber utama pemasok air bagi tiga PLTA di Jabar, Sungai Citarum juga sebagai pemasok bahan baku air minum bagi 25 juta warha Jawa Barat dan DKI Jakarta. Air Citarum yang tercemar juga digunakan untuk perikanan dan irigasi di 420.000 hektar lahan pertanian di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, Purwakarta, serta lumbung padi nasional di Kabupaten Karawang, Subang, dan Indramayu.

Percemaran dan sedimentasi terjadi mulai dari hulu sungai di Situ Cisanti di kaki Gunung Wayang, Kertasari Kab.Bandung. Aliran sungai ini melewati perkampungan padat Desa Tarumajaya, Kec. Kertasari, Kab. Bandung, yang sebagian besar penduduknya merupakan petani sayur dan peternak sapi perah. ”Kawasan perbukitan dan DAS hulu sungai beralih fungsi menjadi perkebunan, belum lagi masyarakat peternak sapi perah di desa Tarumajaya membuang kotoran sapinya langsung ke sungai, yang menjadikan air sungai sudah tercemar sejak dari hulu, dan masuk kekawasan Majalaya tidak sedikit pabrik yang tidak memiliki pengolahan air hingga tingkat pencemaran air Citarum semakin tinggi,” ujar Yogantara.

Terhadap kondisi Sungai Citarum yang dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan pencemaran serta kerusakan, Yogantara berharap ada upaya nyata dari semua pihak untuk menyelamatakan sungai Citarum. Bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari segenap elemen masyarakat dan upaya nyata tersebut jangan hanya sekedar program tanpa kelanjutan dan berkesenimbangun. “Seperti yang selama ini dilaksanakan, kalau ada anggaran baru dilaksanakan, kalau tidak ada yang berhenti,” ujar Yogantara. (A-87/A-147)***

Baca Juga

Dana Rutilahu di Desa Margalaksana Dituding Dikorupsi

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).-Perangkat Desa Margalaksana, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, ternyata bukan hanya dianggap telah memalsukan identitas dalam pencairan dana Bantuan Langsung Tunai atau Program Simpanan Keluarga Sejahtera.

Sawah Kekeringan, Masalah Klasik Yang tak Pernah Tuntas

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).-Penanganan masalah kekeringan lahan padi harus segera dilakukan secara holistik. Terlebih dengan asuransi pertanian yang batal diberlakukan November 2015, pemerintah harus tetap menunjukan keberpihakan pada petani.

Sejumlah Kendaraan Dinas di KBB tak Ber-BPKB

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).-Sejumlah kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan. Ketiadaan dokumen kendaraan itu jadi salah satu alasan pemberian opini Wajar Dengan Pengecualian oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI.

PWI Kab. Bandung Sebarkan Sembako di Soreang

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Bandung menggelar bakti sosial dengan menyalurkan 50 paket sembako kepda warga kurang mampu yang tinggal di sekitar sekretariat PWI Kab. Bandung yakni dua desa di Kec.