ESQ Basis Pembentukan Karakter

YOGYAKARTA, (PRLM).- Emotional spiritual quotient (ESQ) bisa membantu menjadi basis pembentukan karakter jika nilai-nilai dalam training tidak sebatas dijadikan pengetahun. “ESQ hendaknya tidak dimaknai para mahasiswa sebatas pengetahuan saja, akan tetapi bagaimana mahasiswa dapat mengimplementasikan apa yang diberikan para trainer dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, Senin (15/1).
Pernyataannya berkaitan dengan penyelenggaraan periode pertama training ESQ bagi 551 mahasiswa UII angkatan 2011, yang dibimbing oleh ESQ Leadership Center di bawah pimpinan Ary Ginanjar Agustian. Training akan berlangsung empat periode.
Edy Suandi Hamid menyatakan beberapa aspek yang perlu diterapkan dalam keseharian pasca mahasiswa mengikuti training ESQ di antaranya sikap disiplin, bekerja keras dan visioner. Jika visi demikian menjadi bagian integral dalam keseharian, mahasiswa akan mencapai predikit lulusan yang unggul, tidak hanya dari sisi akademik, sekaligus karakter pribadinya yang kuat. Sikap disiplin dan sejenisnya akan menjadi kontribusi yang luar biasa menekan kasus korupsi.
Program pembentukan karakter, kata dia, sangat menjanjikan dan diperlukan. Pemerintah juga sering mendengungkan pentingnya pendidikan karakter, karena itu kegiatan ESQ ini menjadi bagian kegiatan pembentukan karakter bangsa juga.
Wakil Rektor III UII (Bidang Kemahasiswaan) Ir. Bachnas, M.Sc menyatakan ESQ merupakan satu rangkaian program baru untuk pembinaan kemahasiswaan UII. Kegiatan sejenis yang berbeda polanya, dilakukan internal UII bagi mahasiswa baru antara lain dalam bentuk Orientasi Nilai-nilai Dasar Islam (ONDI) dan Penguji Placement Test Baca Tulis Al Qur’an (BTAQ).
“Tujuannya sama dengan pembinaan yang lain, yaitu memberikan bekal bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupannya kelak,” kata dia.
Menurut dia ESQ diharapkan makin memantapkan cita-cita kampus untuk terus melahirkan alumni sebagai pemimpin bangsa yang memiliki dasar ‘berilmu amaliah dan dan beramal ilmiah’. (A-84/A-147)*** .
Post new comment