Menikmati Dimsum Saat Imlek
BANDUNG, (PRLM).- Lunar Celebratraion (Perayaan Imlek) sudah di depan mata. Keluarga besar etnis Tionghoa biasa merayakannya dengan kumpul bareng bersama keluarga, bersembahyang di kelenteng, pesta lampion, lalu makan bersama.
Bersamaan dengan perayaan Imlek, pengelola hotel Grand Aquilla Bandung membuka restoran baru Noble House, Chinese Reaturant & Suki. Restoran semula bernama "Dragon Restaurant" ini, bukan hanya ganti nama tetapi juga menyediakan menu-menu andalan dengan mendatangkan chef baru dari Hongkong.
Public Relations Manager Hotel Grand Aquila, Susanti Jaya mengatakan, Noble House dibuka untuk tamu hotel dan masyarakat umum mulai Kamis (12/1). Restoran terdiri atas 25 meja untuk ukuran keluarga dan untuk ukuran wedding dapat menampung sekitar 55 meja.
Keunggulan menunya bercita rasa Hongkong dengan chef Tse Hau Fok berasal dari Hongkong. Menu yang dapat dipilih dimsum yang terdiri atas hakau, siomay, dan pangsit goreng. Ada juga main dishes beryupa Deep Fried Seafood Rooll serves with salad dan Roll Beff Fillet.
Menu diracik dalam bentuk goreng, steam (kukus), dan bakar. Untuk kukus, dimsum menjadi andalan. Untuk goreng Deep Fried Seafood Roll menjadi andalannya. Sedangkan untuk bakar, bebek bakar masih menjadi menu utama yang dapat dipilih untuk merayakan imlek.
Khusus untuk malam perayaan Imlek, Santi mengatakan, pihaknya akan menggelar Mandarin Entertaint. Berupa suguhan musik dan lagu-lagu Imlek, barongsai, Lion dance. "Imlek tahun ini tahun Naga Air, maka kita ingin merayakannya dengan memberikan kebahagiaan kepada para klien yang datang," ujarnya.
Sementara F &B Director Winnie Chandra mengatakan, semua hidangan berbahan sea food seperti udang, ikan kerapu, cumi, dll yang diambil dari laut dalam Indonesia. Untuk dimsum hakau, misalnya. Menu ini berupa daging kepiting yang empuk dibalut sampul siomay yang lembut.
Atau untuk menu fried terdapat seafood roll yang terdiri atas campuran aneka seaa food berbalut daging lalu dibakar. "Rasanya beda, ada kejutan di dalam. Baik itu Hakau ataupun sea food rool nya. Pokoknya yammi banget," ujar Ari, seorang tamu yang hadir saat pembukaan.
Chandra menyebutkan, memang ada perbedaan "taste" sea food Hongkong dengan Singapore. Menurutnya, "taste" sea food Hongkong cenderung bisa, tidak "strong" seperti sea food Singapore. Namun dengan racikan yang istimewa dan rahasia, justru akan memberi rasa baru di lidah orang Indonesia. (A-148/kur)***
Post new comment