Mahasiswa ITB Buat Mesin Pencacah Sampah
BANDUNG, (PRLM).- Lebih dari 15 mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung telah menciptakan sebuah mesin pencacah sampah. Mesin ini mampu mencacah sampah dengan kapasitas sekitar 1 ton sampah organik per hari.
Salah satu mahasiswa, Fanit Akmal menuturkan pembuatan mesin ini dilatarbelakangi masalah sampah yang semakin mencuat dan harus segera ditemukan solusi untuk menanggulanginya. Diharapkan, mesin ini mampu mengatasi masalah sampah di Kota Bandung.
"Mesinnya sudah diujicoba pada November lalu, dan rencananya akan diserahkan ke Dinas Kebersihan Kota Bandung akhir Januari mendatang. Mesin pertama akan dipergunakan di Pasar Suci Kota Bandung,” kata Fanit Akmal dalam temu wartawan “Mechanical's charity act” (Mecha) di Gedung Rapim A ITB Jln. Tamansari Bandung, Kamis (12/1).
Fanit mengatakan, alasan dipilihnya Pasar Suci sebagai lokasi pertama penggunaan mesin pencacah ini karena pasar ini menjadi lokasi yang paling banyak menghasilkan sampah. Terlebih 80% sampah yang dihasilkan adalah sampah organik dan ini sesuai dengan tipikal mesin yang sudah dibuat.
“Selain itu wilayah di sekitar pasar ini juga cukup luas sehingga bisa menyimpan mesin ciptaan kami," katanya.
Fanit menjelaskan, mesin ini mampu bekerja selama 24 jam dan selama itu dapat mengolah sampah hampir 1 ton. Mesin ini berukuran tinggi 1,5 meter dan lebar 1 meter dengan alat pencacah yang berada di dalam mesin. Cara kerjanya relatif mudah, hanya dengan memasukkan sampah organik ke dalam mesin, secara otomatis mesin akan memotong-motong sampah tersebut dan dalam waktu lima menit sampah akan berubah menjadi kompos.
“Ada 15 mahasiswa yang sama-sama membuat mesin ini. Satu mesin dibuat dalam waktu 3-5 bulan dengan dana sekitar Rp 10-15 juta. Tapi ini masih prototipe, dan akan kami berikan dalam rangka Mechanical’s Charity Act Himpunan Mahasiswa Mesin,” ucapnya. (A-157/A-88)***
sae pisan ide na
sae pisan ide na
Post new comment