Penegakan Hukum di Indonesia Buruk

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Kondisi penegakan hukum di Indonesia belakangan ini dinilai buruk. Hal itu dipicu oleh lemahnya penegakan hukum seperti pada kasus dana talangan Bank Century, skandal Nazarudin, dan kasus Nunun Nurbaeti.

Menurut Direktur Eksekutif LSI Dodi Ambardi, Ph.D, penilaian buruk itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada pertengahan Desember 2011.

"Hampir sepanjang pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (2005-2011), baru kali ini lebih banyak rakyat menilai kondisi penegakan hukum secara umum buru," katanya dalam diskusi bertema "Korupsi dan tata kelola pemerintahan", di Jakarta, Minggu (8/1).

Selain itu, publik juga menilai kinerja pemerintahan dalam pemberantasan korupsi buruk atau sangat buruk, dengan proporsi di bawah 50 persen. Padahal, data longitudinal sejak 2005 sampai 2011 menunjukkan proporsi sikap positif publik senantiasa lebih besar dalam isu penanggulangan korupsi.

Dikatakan, penanggung jawab penurunan kepercayaan ini bukan hanya pemerintah, tetapi semua pihak yang secara langsung berkaitan dengan penegakan hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Karena apa yang dinilai buruk dalam demokrasi Indonesia berkaitan dengan tata kelola pemerintahan, terutama dalam penegakan hukum (rule of law), dan pengawasan terhadap korupsi," ujar Dodi.

Data Governance Indicator World Bank 2011 menunjukkan, dalam sepuluh tahun demokrasi Indonesia tidak mengalami kemajuan berarti dan masih tetap negatif. "Korupsi tinggi, kepastian hukum rendah, regulasi tidak berkualitas, dan inefisiensi penyelenggaraan negara. Jika ini terus berlanjut, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dan pemberantasan korupsi bisa semakin merosot," katanya.

Survei LSI tersebut mengambil sample sebanyak 1.220 responden dengan margin of error plus-minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden diwawancara pada 8-17 Desember 2011. (A-78/A-109/A-26).***

Baca Juga

Tekad Tim Shelter Rohingya: Selesai Sebelum Ramadhan

NASIONAL
Tekad Tim Shelter Rohingya: Selesai Sebelum Ramadhan

ACEH,(PRLM).-‎Tim Kemanusiaan ACT untuk Rohingya di Aceh Utara bergegas menyiapkan integrated community shelter (ICS) Rohingya, begitu Pemkab Aceh Utara memberi kabar kepastian menyediakan lahan.

Dirjianstraops, "Biasakan Peduli, Kenali, dan Atasi"

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Direktur Strategi dan Operasi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Dirjianstraops) Kolonel Laut (P) Samsudin Safari Panjaitan, M.Si (Han) berbagi metode cara berpikir dan cara bertindak yang bisa diaplikasikan, diimplementasikan dalam kehidupan bekerja dan juga dalam kehidupa

Satgas Pamtas RI-RDTL Adakan Donor Darah

NASIONAL

BELU, (PRLM).- Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 514/R Kostrad kembali menggelar kegiatan donor darah massal selama bertugas di Atambua, Kabupaten Belu. Kegiatan donor yang diselenggarakan, dibarengi dengan kegiatan penyuluhan narkoba dan sosialisasi BPJS.

Dompet Dhuafa Targetkan Himpun Rp 80 Miliar

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Lembaga zakat Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) dapat mencapai Rp 80 Miliar di bulan Ramadhan 1436 Hijriah. Target ini dicanangkan atas dasar tren setiap tahunnya di mana penghimpunan zakat terus meningkat setiap Ramadhan.