Terbengkalai Lima Tahun, Gedung Puskesmas Dijadikan Tempat Mesum

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).- Bangunan Puskesmas pembantu di RT 8 RW 7, Kp. Ciptakarya, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat sudah lima tahun terbengkalai dan kini menjadi tempat mesum para remaja. Kondisi ini telah terjadi sejak pelimpahan aset pemerintah daerah dari Kabupaten Bandung ke Kabupaten Bandung Barat pada 2007 lalu.

Sepintas, bangunan yang letaknya berdampingan dengan SMPN 4 Padalarang itu tampak seperti rumah yang sudah lama ditinggalkan penghuninya. Kondisinya tidak terawat dan di sekelilingnya dipenuhi tanaman liar.

Langit-langit bangunan itu sudah banyak yang runtuh, pintu dan jendelanya sebagian sudah raib, sementara dindingnya penuh coretan. Di dalam bangunan itu juga terdapat sampah plastik, bungkus rokok, dan beberapa botol minuman yang berserakan.

"Setiap sore, terutama malam minggu, banyak abege yang datang ke sini. Meski sudah ada yang tertangkap basah, tetapi sampai sekarang bangunan itu masih dijadikan tempat maksiat," kata Syarifudin (25), warga Kp Ciptakarya saat ditemui, Jumat (6/1).

Berbagai peringatan bukan tidak dilakukan, tetapi Syarifudin mengaku kehabisan akal untuk mencegah kenakalan remaja di tempat itu. Petugas keamanan kampung sering kali kucing-kucingan dengan para remaja itu. "Akhirnya, saya hanya bisa pasrah meskipun sebenarnya perilaku mereka telah meresahkan warga sekitar," ujarnya.

Sekretaris Desa Laksanamekar, Hendi Darmana mengakui, tempat itu sering kali dijadikan tempat mesum dan berkumpul para remaja karena tidak ada yang menjaganya. Awalnya, bangunan yang berdiri di atas tanah desa seluas 280 meter persegi itu diperuntukkan bagi puskesmas pembantu tetapi terbengkalai sejak pemekaran daerah pada 2007.

“Bangunan ini dibangun pada 2006 dan rampung pada 2007. Setelah berdiri, bangunan itu tidak berfungsi karena ketidakjelasan kewenangan apakah milik pemerintah desa atau kabupaten,” katanya.

Hendi menuturkan, bangunan itu didirikan untuk dijadikan puskesmas pembantu untuk memudahkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Hingga kini, tiga puskesmas yang ada, yakni Puskesmas Tagogapu, Cimareme, dan Batujajar, cukup jauh dari permukiman warga Desa Laksanamekar.

Pembangunan puskesmas pembantu di Desa Laksanamekar, kata Hendi, juga dibutuhkan untuk pengembangan kawasan yang padat penduduk itu. Saat ini terdapat 15721 jiwa 4500 keluarga di desa ini. Selain itu, daerah ini juga terdapat ribuan karyawan industri yang sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan.

Dengan pertimbangan itu, Pemkab Bandung menyetujui pembangunan puskesmas di Desa Laksanamekar dengan menggelontorkan dana pembangunan Rp 105 juta. Namun, setelah berdiri, bangunan itu hingga kini tidak difungsikan dan malah dijadikan tempat mesum.

“Kami berharap agar Pemkab Bandung Barat melalui segera memperjelas kewenangan aset bangunan itu. Sayang sekali kan, jika bangunan sudah berdiri tetapi tidak digunakan,” ujarnya.

Sebagai upaya, kata Hendi, pada tahun ini Pemerintah Desa Laksanamekar juga akan mulai memelihara bangunan itu dengan menganggarkan dana dari APBDes. Rencananya, beberapa petugas akan ditempatkan untuk menjaga bangunan itu hingga ada kepastian dari Pemkab Bandung Barat mengenai fungsi bangunan tersebut. (A-192/das)***

Baca Juga

WN Malaysia Bolak Balik Bandung Bawa Heroin

BANDUNG RAYA
WN Malaysia Bolak Balik Bandung Bawa Heroin

BANDUNG, (PRLM).- Sub Direktorat I Unit IV Direktorat Reserse Narkotika Kepolisian Daerah Jawa Barat, menangkap warga negara Malaysia Muhammad Zakaria (35) yang kedapatan mengonsumsi Heroin.

Pelayanan Akta Kelahiran Keliling

BANDUNG RAYA
Pelayanan Akta Kelahiran Keliling

Konferensi Asia Afrika 2015

KAA dan Ancaman Hegemoni Baru di Asia Afrika

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Saat Konferensi Asia Afrika (AA) pertama digelar 60 tahun lalu, Indonesia adalah tuan rumah dari perhelatan akbar tersebut dan juga pemrakarsa utama KAA bersama empat negara lainna (Srilanka, India, Myanmar, Pakistan).

Usia Remaja Masa Rentan Penyalahgunaan Narkotika

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).- Usia remaja menjadi masa yang rentan akan penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, sosialisasi bahaya narkotika harus terus digalakkan, selain diperlukan pengawasan yang ketat dari para orang tua.