Harga Beras di Kota Bekasi Alami Kenaikan

BEKASI, (PRLM).-Harga beras di tingkat pengecer di Kota Bekasi naik secara bertahap sejak Desember 2011. Kenaikan harga beras diperkirakan masih akan berlangsung hingga Maret 2012 dengan prediksi harga di atas Rp 8.000,00/kg.

Seperti diakui Aan (21), penjual beras di Pasar Bantargebang, Kota Bekasi. Saat ini harga beras jenis IR 10 dijualnya Rp 380.000,00 per karung atau sama dengan Rp 7.600,00/kg.

"Itu jenis IR yang paling bagus karena proses penggilingannya berbeda. Tapi harganya masih lebih rendah dibandingkan beras Pandan Wangi yang saya jual Rp 450.000,00 per karung," ucap Aan di kiosnya, Kamis (5/1).

Menurutnya, sudah sejak Desember, harga beras yang dijajakannya naik, seiring kenaikan harga gabah dan sulitnya mendapatkan pasokan. Hal tersebut, diakuinya lumrah di tengah masa tebar benih.

"Kondisi seperti ini sudah rutin terjadi setiap tahun. Harga baru mulai turun biasanya bulan Maret, karena beberapa sentra produksi padi sudah mulai panen," katanya.

Aan yang menggiling gabah sendiri untuk mendapatkan beras biasa mendapatkan pasokan dari Indramayu. Namun di tengah kelangkaan pasokan seperti sekarang ini, ia pun mencari gabah hingga ke Banten dan Solo. Kelangkaan pasokan itu pun mengakibatkan kualitas beras yang beredar di pasar buruk.

Pedagang lainnya, Faturahman (35), mengakui pasokan beras yang diterimanya banyak sebagian sudah menguning warnanya. "Kalau beras yang jelek seperti ini sudah diedarkan ke pasar, berarti pasokan sedang sulit. Beras jadi jelek seperti ini karena perlakuannya tak disimpan dalam karung yang sesuai," ucap pedagang yang mendatangkan beras dari Karawang dan Cipinang, Jakarta ini.

Meski kualitasnya jelek, konsumen yang membeli beras jenis IR 42 itu tetap banyak. Beras dengan harga termurah Rp 6.000,00/kg itu tetap diminati. (A-184/kur)***

Baca Juga

Pertamina Kejar Kesepakatan dengan Saudi Aramco

JAKARTA, (PR).- PT Pertamina (Persero) akan mengejar kesepakatan proyek revitalisasi Kilang Cilacap di Jawa Tengah sebelum berakhirnya head of agreement (HoA) dengan Saudi Aramco pada 26 November 2016.

Pengawasan Transaksi Digital Perlu Dikaji Ulang

JAKARTA, (PR).- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Financial Consumer Protection Organisation (FinCoNet) menyelenggarakan Seminar Internasional yang bertajuk Fast Innovation and Development of Fintech : Striking a Balance between Financial Inclusion and Consumer Protection, di Hot