Headlines

Pengasuh Ponpes Cijantung, KH Kholil Rohman, Meninggal Dunia

NURHANDOKO/"PRLM"
NURHANDOKO/"PRLM"
JENAZAH almarhum pengasuh Pondok Pesantren (PP) Cijantung Kabupaten Ciamis KH. Kholil Rohman yang meninggal dunia, Selasa (27/12) pukul 10.15 WIB di RSUD Ciamis karena sakit, dimasukkan ke dalam liang lahat yang ada di samping masjid. Tampak kerabat serta istri almarhum, Hj. Dewi Ratna Wulan (duduk) ikut menyaksikan proses pemakaman.*

CIAMIS, (PRLM).- Kabut duka memayungi lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Cijantung di Desa Dewasari, Kecamatan Cijeugjing, Kabupaten Ciamis, atas meninggalnya pengasuh pesantren tersebut, KH Kholil Rohman (59) karena sakit, Selasa (27/12). Ribuan warga ikut mengiringi ketempat peristrahatan terakhir almarhum yang bada di samping masjid lingkungan pesantren.

Almarhum yang juga merupakan salah seorang anggota dewan juri MTQ Nasional tersebut, meninggalkan seorang istri Hj. Dewi Ratna Wulan dan empat anak, dimakamkan persis di samping masjid pesantren yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Sebelum dimakamkan, janazah almarhum sempat disemayamkan serta dishalati di dalam masjid.

Suasana haru semakin membuncah ketika secara perlahan jenazah almarhum dikeluarkan dari dalam masjid. Tetesan air mata mengiringi, saat jenazah diturunkan ke dalam liang lahat. Tampak istri almarhum yang didampingi kerbatnya, ikut mengiringi proses penguburan di damping liang lahat.

"Sebelum meninggal almarhum sempat tiga hari di rawat di ICU RSU Ciamis. Sakit stroke. Beberapa waktu sebelumnya beliau juga pernah dirawat cukup lama di RS Santosa. Almarhum pernah mengalami riwayat sakit ginjal," ungkap kerabat alharhum, Dendeu Rifai Hilmi (28) di rumah duka.

Setelah keluar dari RS Bantoso, tambah dia, almarhum KH Kholil Rohman pernah menjalani pengobatan tradisional holistik di Purwakarta. Beberapa hari sebelum dibawa ke RSUD Ciamis, kondisi kesehatannya semakin menurun.

Dia mengatakan almarhum merupakan putra ke enam dari 12 bersaudara. Kepergaian selamanya almarhum, lanjutnya, juga merupakan kehilangan besar bagi kalangan pesantren yang berdiri sejak tahun 1935. "Kami sangat kehilangan. Selama ini beliau selalu menjadi tempat untuk mencurahkan serta tempat untuk minta nasihat," tambah dandeu.

Tampak hadir di rumah duka Bupati Ciamis Engkon Komara, Wakil Bupati Iing Syam Arifin, Ketua MUI Ciamis, KH Ahmad Hidayat , Ketua Forum Pondok Pesantren Ciamis yang juga Pengasuh Pondok Pesantren R-Risalah, KH. Sayiful Millah, serta sejumlah pejabat di lingkungan SKPD Ciamis lainnya. Selain itu juga tampak pejabat dari luar kota serta masyarakat sekitar, ikut mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

"Kami merasa sangat kehilangan denganmeninggalnya almarhum. Ibaratnya saat ini MUI Ciamis juga ompong. Yang pasti keluarga pesantren kehialangan putra terbaiknya," tutur Ketua MUI Ciamis, KH. Ahmad Hidayat.

Hal serupa juga dikemukakan pengurus Forum Komuniasai Pondok Pesantren Ciamis, KH. Acep dari PP Darussalam. Dengan suara terbata ia juga mengaku sempat menitikan air mata ketika mendengar salah satu tulang punggung PP Cijantung telah tiada.

"Beliau merupakan ulama besar. Pesantren tetap harus terus maju dan berkembang. Kami di Darussalam juga kehilangan, hati kami bergetar ketika mendapat kabar duka tersebut," tuturnya. (A-101/das)***