Headlines

Kursi Penonton SUS Gedebage Mulai Dipasang

BANDUNG, (PRLM).- Kursi penonton Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage sudah mulai dipasang. Pemasangan kursi penonton itu rencananya akan dipasang dengan tiga warna bangku.

"Untuk tribun selatan memang sudah dipasang bangku penonton sebanyak 300 buah warna kuning, selebihnya masih dalam tahap pengerjaan," kata Manager Enginering PT Adhi Karya, Hanif Setyo Nugroho di sela-sela menerima kunjungan anggota DPRD Kota Bandung ke lokasi proyek SUS Gedebage, Jumat (23/12).

Menurut Hanif, kursi penonton itu dipasang dalam tiga warna, kuning, biru dan hijau. Kemudian pemasangannya pun akan disesuaikan sehingga bila dilihat dari atas akan terlihat seperti bentuk bunga. "Pemasangannya pun tentu akan ditata sehingga kelihatan dari atas menjadi bagus," katanya.

Menurut Hanif, menerangkan kursi yang dipasang di SUS Gedebage itu didatangkan langsung Malaysia produksi Ferco, sebuah perusahaan di Inggris yang berpengalaman memproduksi kursi penonton sepakbola. "Kursi penonton ini sesuai standar Internasional dan kekuatannya pun sudah teruji," ujarnya.

Rencananya, menurut Hanif, kursi penonton itu akan dipasang sebanyak 39 ribu kursi. Dan khusus untuk VIP kursinya dibedakan dan berada di ruang tertutup. "Untuk VIP nanti dipakai kaca, jadi nontonnya tidak terbuka tapi di balik kaca," katanya.

Hanif mengaku optimis pengerjakan proyek kebanggaan Kota Bandung ini akan selesai sesuai target. "Kami optimis, target November 2012 selesai 80 persen akan terkejar. Saat ini saja sudah 41 persen proyek tersebut dikerjakan," katanya.

Menurut Hanif, pembangunan SUS terus digenjot. PT Adhi Karya selaku pelaksana pembangunan SUS Gedebage menargetkan hingga akhir tahun 44,7 persen. Hingga kini pengerjaan terus dilakukan pada tribun timur, selatan, barat, sedangkan untuk barat masih pembetonan pilar.

Ditambahkannya, keseluruhan tribun bakal selesai pada Febuari 2012 mendatang. “Untuk pemasangan rumput pun sudah bisa kita lakukan pada Febuari setelah selesai seluruh pembangunan tribun agar tidak merusak rumput,” katanya.

Hanif pun menuturkan adanya perubahan rencana yang awalnya atap hanya untuk tribun bagian barat saja. Kini dengan anggaran yang ada dan diefisienkan pada pengerjaan fisik stadion, Hanif optimis seluruh stadion bisa dipasang atap.

Sementara anggaran pembangunan SUS Gedebage yang dianggarkan sekitar Rp495 miliar itu, diungkapkan Hanif, hanya mampu sampai tampak luar semata. Sedangkan beberapa kelengkapan lainnya belum teranggarkan. “Misalnya untuk parkir, lampu sorot belum terpasang serta papan scoring board digital tapi instalasi sudah disiapkan,” katanya.

Untuk lampu sorot dibutuhkan sebanyak 180 buah dengan harga satuanya diperkirakan mencapai Rp40 juta. “Sedangkan scoring board digital mencapai Rp7 miliar,” katanya. Tapi bila ditambah anggaran 10 persen lagi dikatakan Hanif maka pembangunan keseluruhan akan selesai beserta finishingnya.

Anggota DPRD Kota Bandung Lia Noer Hambali di sela-sela kunjungan mengatakan akan mengupayakan di dewan kekurangan tersebut untuk dianggarkan. “Kalau gini saya baru tahu adanya kekurangan anggaran untuk lampu sorot dan scoring board, mudah-mudahan bisa diperjuangkan agar SUS Gedebage ini bisa rampung seluruhnya,” katanya.

Lia meminta PT Adhi Karya, untuk cepat menyelesaikan masalah sosial yang langsung kepada masyarakat. "Ini kan proyek besar milik Kota Bandung, jadi setidaknya warga pun harus diperhatikan terkait dampak yang dihadapi masyarakat," katanya. (A-113/das)***

Komentari di Facebook !