Untuk Tampung Keluhan, Polres Tasikmalaya Buka Layanan SMS Center

TASIKMALAYA, (PRLM),- Polres Tasikmalaya membuka layanan SMS (short message service) center, guna menampung keluhan dan laporan dari masyarakat.

"Melalui nomor 0811212711, diharapkan masyarakat menyampaikan laporan atau keluhan, tanpa rasa takut dan khawatir," kata Kapolres Tasikmalaya, Ajun Komisaris Besar Irman Sugema pada pertemuan dengan para wartawan di gedung pertemuan warga (GPW), Sabtu (17/12) sore.

Menurut Kapolres Tasikmalaya, dalam upaya meningkatan pemberdayaan Kamtibmas, pihaknya sudah mengadakan silaturahmi Kamtibmas guna "ngaraketkeun dudularan" dengan unsur Muspida, para tokoh masyarakat, dan para alim ulama.

Sedangkan untuk melaksanakan pembinaan terhadap 351 desa yang berada di wilayah hukum polres Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya sudah mempersiapkan 600 anggota polisi. "Kiranya jumlah personil itu sudah cukup untuk menyelenggarakan desa binaan, dengan harapan setiap anggota polisi mempunyai desa binaan. Minimal seanggota polisi memiliki dua atau tiga desa binaan, sehingga terjalin interaksi positif antara masyarakat dengan polisi. (A-14/A-88)***

Baca Juga

Buruh Protes Pemecatan Karyawan PT Multimayaka

DEPOK, (PR).- Ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Buruh Depok berunjukrasa di depan gudang PT Multimayaka. Mereka menolak keputusan pihak perusahaan yang memecat 24 buruh.

Ulama Bisa Tekan Inflasi Selama Ramadan

BANDUNG,(PR).- Sebanyak 200 ulama dari Jawa Barat yang terdiri atas komponen Dewan Kemakmuran Masjid, Majelis Ulama Indonesia, pimpinan pondok pesantren, penyuluh agama dan perwakilan kantor kementerian agama mengikuti silaturahmi ulama se-Jabar tahun 2016 di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponeg

IMIGRAN gelap pencari suaka dari Srilangka yang terdampar  di sekitar Pantai Pasir Putih pulau Nusakambangan Cilacap, Desa Tambakrejo Kecamatan Cilacap Selatan yang berhasil dievakuasi Senin (28/1/13) malam, diberi nasi bungkus setelah selama 15 hari tida

Kantor Imigrasi Cirebon Luncurkan Aksi Timpora

SUMBER, (PR).- Kebijakan bebas visa bagi banyak negara dan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dikhawatirkan memunculkan kerawanan baru yang ditimbulkan kehadiran orang asing di Indonesia.