STAI Yamisa Soreang Mewisuda 747 Sarjana

PENDIDIKAN

SOREANG, (PRLM).- Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yamisa Soreang kembali meluluskan 747 orang sarjana dengan menggelar wisuda di Gedung M. Toha Pemkab Bandung, Sabtu (17/12). "Wisuda kali ini terdiri atas 40 sarjana program studi (prodi) Muamalah dan prodi Tarbiyah PAI 707 orang," kata Ketua STAI Yamisa, KH. Yayan Hasuna Hudaua.

Wisuda dihadiri Bupati Bandung H. Dadang M. Naser dan Kasubag Tata Usaha Kemenag Kab. Bandung H Asep Sopandi serta Ketua Yayasan Yamisa Ny. Hj. E. Balukia Syakir.

Lebih jauh H. Yayan mengatakan, wisuda bukanlah akhir dari belajar melainkan awal dari belajar di tengah-tengah masyarakat. "Kami berharap agar pata wisudawan STAI Yamisa dapat menerapkan ilmu-ilmu yang telah diperilehnya selama kuliah," katanya.

Apalagi lulusan Tarbiyah berhubungan erat dengan peningkatan mutu SDM karena proifesinya sebagai tenaga pendidik.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Pengawas Pendidikan Harus Aktif ke Lapangan

PENDIDIKAN

SOREANG,(PRLM).- Para pengawas pendidikan di lingkungan Kemenag harus aktif terjun ke lapangan untuk memberikan motivasi dan pengawasan mutu pendidikan. Apalagi setiap bulan Kemenag mewajibkan setiap pengawas untuk melaporkan hasil pengawasannya.

Paskhas AU Latih Anggota Paskibraka Kab. Bandung

PENDIDIKAN

SOREANG,(PRLM).- Pusat Pendidikan dan Latihan Paskhas (Pusdiklat Paskhas) sebagai kawah candradimuka prajurit khusus TNI Angkatan Udara mendapat kepercayaan Pemkab Bandung untuk pemusatan latihan bagi para peserta calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Bandung.

LTPKD Temukan 642 Siswa Drop Out di Kabupaten Ciamis

PENDIDIKAN

CIAMIS,(PRLM).- Lembaga Terpadu Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LTPKD) segera melakukan penyisiran serta pendataan intensif siswa yang drop out (DO) dan rawan drop out (RDO) di wilayah Kabupaten Ciamis.

Akreditasi Prodi Perguruan Tinggi Masih Terbatas

PENDIDIKAN

SOREANG,(PRLM).-Kebijakan akreditasi perguruan tinggi terutama swasta takkan bisa dilakukan pemerintah dalam waktu cepat. Hal itu disebabkan dengan jumlah program studi mencapai 4.500 buah, namun dalam setahun pemerintah hanya mampu melakukan akreditasi 150 program studi.