Sepuluh Juta Pria Indonesia Pelanggan PSK

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Sepuluh juta pria di Indonesia masih menjadi pelanggan pekerja seks komersial (PSK) di tempat-tempat pelacuran, dan menolak menggunakan kondom ketika melakukan seks bebas tersebut.

Sebanyak 60 persen di antaranya merupakan pria yang sudah beristri, dan 40 persennya merupakan anak muda yang bercita-cita menikah pada suatu hari nanti.

Demikian hasil survei Kementerian Kesehatan pada 2011 mengenai pria berperilaku seksual resiko tinggi terpapar HIV/AIDS. Hal ini terungkap pada puncak peringatan Hari AIDS Sedunia 2011, di PT Mitra Rajawali Jln. Raya Banjaran Km 16 Kab. Bandung, Rabu (14/12).

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboy mengatakan, masih tingginya jumlah “pembeli” seks di tempat-tempat pelacuran itu, membuat prevalensi HIV di kalangan pria berperilaku seksual resiko tinggi naik tujuh kali lipat dalam periode 2007-2011.

Ironisnya, mayoritas dari kelompok pria beresiko tinggi itu merupakan pria muda dengan usia produktif.

“Kalau mereka tetap berperilaku seksual resiko tinggi, atau tetap menggunakan suntikan bersama saat mengonsumsi narkotika suntik, itu merupakan bahaya yang sangat besar,” tuturnya.

Menurut Nafsiah, salah satu metode pencegahan penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual yang dianjurkan adalah tidak berperilaku seksual beresiko tinggu, atau menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks dengan resiko tinggi tertular HIV.

Akan tetapi, gerak KPA untuk mengampanyekan penggunaan kondom terbatas. Sebagai contoh Nafsiah menyebutkan, KPA dilarang mengampanyekan pemakaian kondom di televisi, dan hanya diperbolehkan untuk melakukannya di lokalisasi.

Padahal, beberapa tahun terakhir ini banyak lokalisasi di Indonesia, termasuk Jawa Barat yang dibubarkan. Akibatnya, praktek prostitusi beralih ke tengah permukiman masyarakat. KPA dan komunitas aktifis HIV/AIDS sangat sulit melacak keberadaan PSK, dan kalaupun berhasil menemui mereka, tidak mudah untuk mengedukasinya di tengah masyarakat umum.

“Laki-laki beresiko tinggi yang tidak mau pake kondom, ya memang gablek. Sudah tahu berbahaya, masih terjang terus. Karena itu saya selalu bilang, carilah kearifan lokal yang bisa mengetuk hati kaum laki-laki supaya mau bertanggung jawab. Kalau memang mau seks beresiko, ya pakai kondom,” ungkapnya. (A-180/A-26).***

Baca Juga

Buruh Tani Siap Tanam Bibit Wortel

BANDUNG RAYA
BEBERAPA buruh tani sedang  beraktivitas di sawah, Minggu (10/1/2016). Buruh perempuan membersihkan rumput pada tanaman wortel yang baru tumbuh daun, sedangkan yang laki-laki mencangkul mempersiapkan untuk di tanami bibit di Kampung Babakan Lebak, Desa Gi

Tingkat Kerawanan di Jawa Barat Makin Mengkhawatirkan

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Provinsi Jawa Barat, R. Iwan Riswantara mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap hal-hal yang mencurigakan di lingkungan masing-masing.

Buruh Berhasil Mendobrak Gerbang Pabrik hingga Jebol

BANDUNG RAYA
AKSI unjuk rasa buruh PT Guccitex mendapat pengawalan ketat aparat Polres Cimahi di Jln. Cibaligo No 157 Kota Cimahi, Selasa (12/1/2016). Namun, dorongan para buruh berhasil mendobrak gerbang pabrik hingga jebol.*

CIMAHI, (PRLM).- Aksi unjuk rasa buruh PT Guccitex mendapat pengawalan ketat aparat Polres Cimahi di Jln. Cibaligo No 157 Kota Cimahi, Selasa (12/1/2016). Namun, dorongan para buruh berhasil mendobrak gerbang pabrik hingga jebol.

Keluarga Korban Pembunuhan Pasang Poster di Pengadilan

BANDUNG RAYA
BEBERAPA poster sudah dipasang oleh keluarga korban sebagai bentuk protes atas tuntutan satu tahun perawatan terhadap terdakwa SF (13) alias Pino si Hammerboy.*

BANDUNG, (PRLM).- Kasus pembunuhan Pricillia Dina Ekawati Putri (15) rencananya digelar Rabu (13/1/2016). Sejak pagi keluarga korban sudah memenuhi halaman ruang anak.