Buruh Micro Garment Datangi Pengadilan Hubungan Industrial

BANDUNG, (PRLM).- Sebanyak 110 dari 177 buruh yang tergabung dalam Gabungan Solidaritas Perjuangan Buruh (GSPB) PT Micro Garment, melakukan aksi di depan halaman Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung, di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (6/12). Bahkan, mereka akan melakukan aksi dengan bermalam di halaman kantor tersebut.

Menurut Ketua GSPB PT Micro Garment Nanang Ibrahim, maksud dari aksi tersebut agar gugatan perkara Nomor 079/G/2011/PHI/PNBdh di pengadilan Negeri Kelas 1A, Bandung dicabut.

Kemudian, memperkerjakan kembali 177 orang, termasuk dia pada posisi jabatan semula, tanpa dikurangi hak-haknya. Perusahaan tersebut beralamat di Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung.

"Kami menuntut agar pengusaha, untuk segera membayar upah selama proses peradilan sejak Mei 2011 hingga kini. Dan tunjangan hari raya Idul Fitri tahun 2011," kata Nanang ketika ditemui di depan PHI, Selasa.

Dikatakan dia, awal perkara terkadi pada 6 Mei 2011 lalu. Ketika itu, sebanyak 177 karyawan termasuk dirinya menuntut perusahaan agar menyesuaikan upah, agar sesuai dengan Upah Minimum Karyawan (UMK).

Menurut Nanang, selama itu karyawan hanya diberi upah sekitar Rp 800 ribu setiap bulan. Padahal, UMK yang ada di Kabupaten Bandung, pada tahun 2010 adalah Rp 1.060.500. Sedangkan pada 2011 adalah Rp 1.123.800 setiap bulannya.

"Dari aksi tersebut, perusahaan pada 13 Mei mem-PHK masal karyawan yang melakukan aksi tersebut. Termasuk saya," tegasnya. (A-195/A-88)***

Baca Juga

Pinjaman untuk Infrastruktur Daerah Dipercepat

JAKARTA, (PR).- Pemerintah pusat berupaya mempercepat pengajuan pinjaman daerah untuk pembangunan infrastruktur. Hal itu diantaranya dengan penandatanganan noktah kesepahaman antara tiga kementrian untuk mengurangi hambatan dan masalah dalam pengajuan p‎injaman pemerintah daerah.

Libur Panjang, Okupansi Hotel Meningkat Meski di Bawah Target

BANDUNG, (PR).- Tingkat okupansi hotel selama libur Natal dan tahun baru meningkat signi­fikan. Secara umum, rata-rata keterisian kamar hotel menyentuh kisaran target yang ditetapkan meski berada di batas bawah perkiraan.