SMAN 3 Purwakarta Gratiskan Bimbingan Belajar

PENDIDIKAN

PURWAKARTA, (PRLM).- Menghadapi Ujian Nasional (UN) 2012, SMAN 3 Purwakarta menggratiskan siswa kelas XII dalam mengikuti bimbingan belajar, tryout dan pra UN. Biasanya dalam menghadapi UN, sekolah mengeluarkan surat edaran mengenai biaya bimbingan belajar, tryout maupun pra UN kepada para siswa yang sering menjadi keluhan orang tua siswa.

Kepala SMAN 3 Purwakarta Drs. H. Nana Suryana, M.MPd. kepada "PRLM" di ruangannya, Senin (5/12), mengatakan, tujuan tidak adanya pungutan kepada siswa kelas XII yang akan menjadi peserta UN tahun 2012 semata-mata untuk meringankan beban orang tua. "Tujuan tidak diberlakukannya pungutan kepada siswa yang akan mengikuti UN untuk meringankan beban orang tua di tengah situasi ekonomi sekarang ini," kata Nana.

Dijelaskan, walaupun sekolah tidak melakukan pungutan namun bagi guru yang pengajar untuk bimbingan belajar, tryout maupun pra UN tetap akan diberikan insentif oleh sekolah," ucap Kepala SMAN 3 Purwakarta.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun "PRLM", setiap menghadapi UN baik tingkat sekolah dasar maupun menengah, orang tua siswa sering mengeluhkan adanya kebijakan sekolah yang memungut dana untuk siswa kelas VI, IX maupun kelas XII yang akan mengikutu UN. Adapun besaran biaya bimbingan belajar, tryout maunpun pra UN bervariatif antara Rp 350 ribu sd Rp 400 ribu/siswa. Besarnya biaya itu diperuntukan bagi honor atau insentif guru yang menjadi pembimbing siswa yang akan mengikuti UN.

Di SMAN 3 Purwakarta pada tahun sebelumnya biaya yang dipungut untuk UN sebesar Rp 350 ribu. "Dulu memang kami memungut biaya UN untuk keperluan bimbingah belajar, tryout dan pra UN sebesar Rp 350 ribu," kata Nana Suryana.

Ia mengatakan, pungutan untuk siswa yang akan menjadi peserta UN sebenarnya tidak dilarang. Pasalnya, pungutan itu merupakan kebijakan sekolah dalam rangka memberikan pelajaran tambahan dalam bentuk latihan menghadapi ujian. "Tapi adanya kebijakan menggratiskan di SMAN 3 semata-mata untuk mengurangi beban orang tua," ujarnya.

Adanya kebijakan menggratiskan biaya UN untuk siswa kelas XII SMAN 3 disambut gembira orang tua siswa. Apalagi, kalau kebijakan itu diterapkan secara menyeluruh untuk semua sekolah dari semua tingkatan di Kabupaten Purwakarta. "Coba kalau kebijakan menggratiskan biaya UN ini diberlakukan di semua sekolah pasti akan menyenangkan orang tua siswa," kata Fitria, seorang ibu yang anaknya bersekolah di SMAN di luar SMAN 3 Purwakarta.

Ia mengaku di tengah kondisi ekonomi sekarang, adanya kebijakan pungutan untuk biaya UN bagi anaknya tentunya sangat memberatkan. (A-86/A-147)***

Baca Juga

Siswa Menyaksikan Demo Ekstra Kurikuler

PENDIDIKAN
SEJUMLAH siswa menyaksikan demo ekstra kurikuler (ekskul) taekwondo, pada demo kegiatan ekskul SD Darul Hikam, Jalan Juanda, Kota Bandung, Kamis (6/8/2015). Demo yang diikuti dua belas kegiatan ekskul itu, untuk mengenalkan berbagai ekskul sekolah yang bi

Disdik Ciamis dan Alfamart Resmikan Program Ritel untuk Pelajar

PENDIDIKAN

CIAMIS, (PRLM).- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang membawahi minimarket Alfamart, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Ciamis meresmikan program pendidikan ritel. Untuk pertama kalinya di Ciamis kerjasama tersebut diterapkan di SMKN 1 Ciamis.

Dua Siswa SMK Pelayaran Jadi Korban MOS

PENDIDIKAN

SOLO, (PRLM).- Masa Orientasi Siswa (MOS) untuk Pendidikan Dasar Ketarunaan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran "Pancasila", Kartasura, ditengarai terjadi tindak kekerasan terhadap siswa baru.

PTS Menjerit, Biaya Akreditasi Tinggi

PENDIDIKAN

SOREANG,(PRLM).- Para perguruan tinggi swasta khususnya bidang keperawatan dan kebidanan menjerit karena biaya akreditasi yang tinggi.

Untuk sekali proses akreditasi bisa mencapai Rp 70 juta sampai Rp 80 juta yang diadakan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).