Polisi Bidik Tersangka Kekacauan Obral Blackberry

JAKARTA, (PRLM).- Kepolisian Resor Metropolitan (Polres Metro) Jakarta Selatan terus menelusuri ricuh penjualan telepon selular Blacberry murah di Pacifi Place Jumat lalu. Polisi kini membidik tersangka lain terkait kericuhan itu.

"Tersangka lain ada, namun masih kami kembangkan," kata Kepala Polrestro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Imam Sugiyanto di Jakarta, Minggu (27/11).

Imam mengatakan, penyidik mengembangkan pemeriksaan kasus ini dengan memeriksa empat pihak yang terlibat kegiatan penjualan Blackberry, yakni penyelenggara, pengelola gedung, keamanan serta "Research In Motion" (RIM) sebagai perusahaan yang memproduksi Blackberry.

Saat ini polisi telah menetapkan satu orang tersangka berinisial E dari penyelenggara kegiatan dan memeriksa sepuluh saksi.

Imam mengatakan, E disangka melanggar Pasal 360 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kealpaan yang menyebabkan orang terluka.

Ia menjelaskan, informasi yang ia terima pada antrean itu menyebutkan adanya pihak yang meminta calon pembeli yang tidak mengantre agar masuk barisan yang dibatasi tali. "Itu yang diduga menjadi pemicu kericuhan," kata Imam.

Menurut Imam, seharusnya penyelenggara meminta izin keramaian kepada polisi jika kegiatan mereka melibatkan ribuan orang. Dalam kegiatan ini, polisi hanya mendapat pemberitahuan tanpa ada keterangan jenis kegiatan dan jumlah pengunjung.

Pada Jumat lalu polisi menutup loket penjualan BlackBerry Bold 9790 atau Bellagio di Pacific Place, kawasan Sudirman Central Bussines District (SCBD), Jakarta Selatan. Penutupan itu setelah antrean ribuan calon pembeli ricuh dan mengakibatkan 90 orang pingsan. (A-170/A-88)***

Baca Juga

Mengerikan, Tiga Orang Tewas Tiap Jam

JAKARTA, (PR).- Kecelakaan masih mewarnai lalu lintas jalan di Indonesia. Dampak kecelakaan di Tanah Air masih mengerikan, yakni merenggut tiga jiwa setiap jam.

Enam Fraksi Setuju Perppu Ormas, Tiga Fraksi Menolak

JAKARTA, (PR).- Komisi II DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri ) Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Menteri Informasi dan Komunikasi (Menkominfo) Rudiantara.