Ratusan Bidan Enggan Laksanakan Program Jampersal

NASIONAL

BANYUMAS. (PRLM).- Ratusan bidan dan rumah sakit bersalin swasta di Kabupaten Banyumas enggan melaksanakan Program Jaminan Persalinan (Jampersal). Anggaran untuk program Jampersal diluncurkan sejak Mei 2011 masih menumpuk di tingkat daerah.

Alasan mereka menolak kerja sama Jampersal, karena pencairan dana dari APBN sangat rumit, hingga data akhir September 2011, tak ada satu pun yang menjalin kerja sama.

Rumah sakit yang menolak menjalin kerja sama program Jampersal sebagian besar adalah RS bersalin yang dikelola swasta. Serta para bidan yang membuka praktik persalinan sendiri. Padahal di Banyumas, terdapat 600 bidan namun hanya segelintir yang menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat. "Problem ribetnya sistem pencairan klaim Jampersal sudah sering di keluhkan," kata Ketua Ikatan Bidan Indonosia (IBI) Banyumas, Puji Astuti, Kamis (24/11).

Dijelaskan dalam program Jampersal, pasien yang akan melahirkan dengan menggunakan fasilitas ini, memang diminta untuk menandatangani kesediaan mengikuti program KB jangka panjang, seperti IUD, vaksektomi dan tubektomi. Para bidan yang menangani pasien mendapat jasa pelayanan sebesar Rp 350.000 per pasien.

Sejauh ini sudah melaksanakan program jampersal, hanya bidan-bidan desa yang bernaung di bawah puskesmas-puskesmas kecamatan dan rumah RS milik pemerintah. Di Banyumas, RS yang melaksanakan program jampersal adalah RSU Margono Soekarjo, RSUD Banyumas dan RSUD Ajibarang. Sementara RS Bersalin (RSB), RS Ibu dan Anak (RSIA) serta RS Swasta, hingga data akhir September 2011, tak ada satu pun yang menjalin kerja sama.

Sebab dana Jampersal dari APBN yang dialokasikan sebagai pengganti biaya persalinan pasien yang digratiskan, tidak langsung masuk ke rekening masing-masing bidan, tapi masuk ke APBD dulu. Klaim penggantian biaya persalinan oleh bidan bersangkutan menjadi banyak yang terlambat, karena harus menempuh birokrasi yang berbelit-belit. Bahkan di Banyumas, hingga November para bidan desa belum menerima biaya penggantian persalinan dari jampersal.

Menurut salah seorang bidan desa, setiap bulan sudah mengajukan klaim Jampersal Puskesmas ke Dinas Kesehatan. "Sejak Mei hingga November belum ada pencairan Jampersal," kata bidan tersebut.

Padahal informasinya, dana jampersal dari pusat sudah turun September lalu langsung ke Dinas Kesehatan dari dinas dicairkan masuk rekening puskemas. "Tapi kemudian dana yang sudah masuk ke rekening Puskesmas diminta untuk dikembalikan ke rekening kas daerah," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, dr Widayanto, membantah jika pencairan dana jampersal yang menjadi hak bidan yang menangani pesien jampersal, mengalami keterlambatan. ''Ketentuannya memang harus masuk APBD dulu. Tapi sekarang para bidan tersebut sedang dalam proses pengajuan klaim, mungkin tidak lama lagi sudah bisa dicairkan,'' jelasnya. (A-99/A-147)***

Baca Juga

BNP2TKI Buka Pendaftaran Tenaga Perawat ke Jepang

NASIONAL

JAKARTA,(PRLM).- Badan Nasional Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) membuka pendaftaran calon TKI untuk jabatan nurse (perawat), dan careworker (perawat orang jompo) ke Jepang. Program G to G ini untuk penempatan tahun 2016.

Dunia Maya Sudah Jadi Instrumen Radikalisasi Baru

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- WNI yang berangkat ke Suriah dan disinyalir bergabung dalam jaringan kelompok oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) diduga adalah korban penyebaran paham radikalisme melalui jaringan
internet.

Wantimpres Temui Presiden Jokowi

NASIONAL
ARIE C. MELIALA/PRLM

JAKARTA, (PRLM).- Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menemui Presiden RI Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (1/4/2015). Dalam pertemuan itu, Jokowi tidak didampingi siapa pun sedangkan wantimpres hadir berdelapan.

Konferensi Asia Afrika 2015

Rapat Terbatas Kabinet Bahas Persiapan HUT KAA

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis (2/4/2015) siang, di kantor Presiden, Jakarta, memimpin Rapat Terbatas tentang persiapan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang akan diselenggarakan pada 29-24 April mendatang.