Hati-hati Terima Hibah Jet F-16 dari AS

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah dan DPR harus ekstra hati-hati mengeluarkan anggaran perbaikan 30 pesawat F-16 yang akan dihibahkan Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia. Anggaran sebesar 750 juta dolar AS (sekitar Rp 7 triliun) itu bukan nilai yang sedikit untuk memperbaiki pesawat yang sudah tidak lagi digunakan oleh AS itu.

Pengamat pertahanan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Riefqi Muna mengatakan itu di Jakarta, Rabu (23/11).

Menurut Riefqi, segala bentuk akuisisi persenjataan itu harus diperhitungkan dengan matang, jangan sampai merugikan pihak Indonesia. “Artinya segala sesuatunya harus dihitung berdasarkan prinsip tata kelola good governance dari mulai konsep, pengembangan, maintenance, hingga evaluasi akhirnya,” ujarnya.

Selain itu, sumber anggaran yang akan digunakan untuk membayar biaya perbaikan pesawat-pesawat itu juga harus dipertimbangkan secara matang mengingat tidak ada dalam rencana anggaran yang telah ditetapkan. “Ini keanehan jika tiba-tiba ada pos pembiayaan akuisisi persenjataan,” katanya. (A-156/A-88)***

You voted 'marah'.

Baca Juga

KPK tak Akan Terpengaruh Hak Angket

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi tak akan terpengaruh oleh usulan hak angket yang disahkan DPR, Jumat 28 April 2017.

Pembubaran HTI Akan Dilakukan Lewat Jalur Hukum

JAKARTA, (PR).- Pemerintah setuju membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, pembubaran itu akan dilakukan lewat jalur hukum.