Situs Candi Sawah Keramat Mulai Digali

PENGGALIAN situs Candi Telaga Jaya Sebelas yang merupakan dua situs candi yang baru saja ditemukan oleh Tim Balai Pengelolaan Kepurbakalaan Sejarah dan Tradisional (BPKSNT) Jabar bersama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP3) Serang, Senin (
WILUJENG KHARISMA/PRLM
PENGGALIAN situs Candi Telaga Jaya Sebelas yang merupakan dua situs candi yang baru saja ditemukan oleh Tim Balai Pengelolaan Kepurbakalaan Sejarah dan Tradisional (BPKSNT) Jabar bersama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP3) Serang, Senin (21/11).*

KARAWANG, (PRLM).- Situs Candi Telaga Jaya Sebelas yang merupakan dua situs candi yang baru saja ditemukan dari perluasan Candi Jiwa, Batujaya, Kabupaten Karawang mulai digali oleh oleh Tim Balai Pengelolaan Kepurbakalaan Sejarah dan Tradisional (BPKSNT) Jabar bersama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP3) Serang, Senin (21/11).

Lokasi Candi Telaga Jaya Sebelas yang ditemukan di tengah-tengah persawahan di sawah Keramat, Dusun Telaga Herang RT 10/04 Desa Teluk Buyung, Kecamatan Pakisjaya membuat warga disekitar menyebutnya dengan Candi Sawah Keramat.

"Tumpukan batu yang ada di tengah-tengah sawah sudah ada sejak dahulu. Bahkan warga di sini mempercai kalau mau tanam atau panen supaya padi tidak terserang hama dan hasil panen berlimpah setelah berziarah ke sawah keramat. Tapi kami tidak tahu kalau di bawahnya ternyata ada candi," ucap Maska (45), salah seorang pemilik sawah keramat

Keberadan candi baru itu tidak jauh dari Kawasan Cagar Budaya Candi Jiwa Batujaya. Jaraknya hanya sekitar 500 meter dari kawasan cagar budaya tersebut.

Judi Wahjudin, Ketua tim lapangan dari BP 3 Serang mengatakan keberadaan candi di sawah keramat itu bukan sesuatu yang kebetulan tetapi sudah menjadi salah satu di antara keberadaan candi yang tidak jauh letaknya dari kawasan cagar budaya Batujaya.

Penemuan baru itu, kata Judi, diawali dari hasil survei pada Juli 2011 lalu oleh tim dari BP3 Serang mendapat informasi dari hasil penelitian awal,Selain itu warga sekitar juga menyebutkan tentang adanya tumpukan batu bata berukuran besar yang terletak di tengah sawah dan konon menjadi tempat berziarah para petani.

"Lalu kami lakukan survey dari kecurigaan dan kesaksian beberapa warga di sini, ada tumpukan batu bata berukuran besar. Selain itu rumput yang di bawahnya terdapat batu candi selalu terlihat kering lalu kita melakukan kerjasama dengan pemilik sawah meminta ijin untuk diteliti," tuturnya.

Dari hasil survey tersebut, kata Judi, akhirnya dilakukan penggalian dengan kedalaman 220 centimeter ditemukan tumpukan batu bata besar dengan ukuran panjang 42 cm,lebar 21 cm dan tebal 6,5cm dengan diameter 5 meter berbentuk segi delapan. (A-186/A-88)***

Baca Juga

Nijam Kehilangan Dua Tangannya

DI salah satu kamar Ruang Kemuning RSUP dr Hasan Sadikin, seorang bocah 6 tahun terlihat terbaring lemas. Separuh badan bagian atas bocah rupawan itu masih dibekap balutan perban coklat yang terlihat ganjil. Tak ada dua tangan yang terjulur di kedua sisi badannya.

Subang Segera Miliki Museum Digital Ethno Historis

SUBANG, (PR).- Kabupaten Subang segera memiliki museum digital. Rencananya Museum di Gedung Wisma Karya akan disulap menjadi museum ethno histori, disana akan ditampilkan beragam budaya termasuk berbagai aspek sejarah secara digital.

Jalan di Karawang Selama Setahun Dibiarkan Rusak

KARAWANG, (PR).- Ruas jalan Cilamaya-Cikalong, Kecamatan Jatisari, Karawang sudah setahun terakhir ini dibiarkan rusak. Jalan sepanjang sekitar 8 km tersebut bergelombang, bahkan di sejumlah titik banyak terdpat lubang yang membahayakan pengguna jalan.

Jangan Ada Lagi Elang yang Dipelihara

CIAMIS,(PR).- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Ciamis kembali mengamankan dua ekor burung elang, yakni elang Brontok dan elang Ular Bido.