Ratusan Ijazah Siswa SMA Ditahan Sekolah

PENDIDIKAN

CIREBON, (PRLM).- Sedikitnya 300 ijazah milik siswa SMA yang lulus tahun 1999 hingga 2010, di sejumlah sekolah negeri di Kota Cirebon ditahan pihak sekolah.

Menurut informasi, penahanan ijazah dilakukan menyusul belum lunasnya sejumlah kewajiban yang harus dibayarkan siswa. Di antaranya uang gedung dan SPP yang masih menunggak.
Setidaknya dibutuhkan dana sampai Rp 1,5 miliar untuk bisa menebus ijazah yang ditahan itu.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang juga anggota Komisi C Agus Thalik mengaku sangat kaget ketika mendapat informasi itu. Agus mengungkapkan, informasi itu diperolehnya tanpa sengaja saat
Komisi C, melakukan dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan Kota Cirebon belum lama ini.

Agus sangat menyayangkan penahanan ijazah oleh pihak sekolah yang mencapai ratusan. "Apalagi, sekolah yang menahan ijazah tersebut adalah sekolah negeri. Kalau sekolah swasta, masih bisa dimaklumi karena itu memang terkait dengan biaya operasional sekolah," katanya seusai rapat paripurna pandangan umum fraksi atas Raperda APBD 2012 Senin (21/11).

Tanpa adanya ijazah, kata Agus, jelas menghambat masa depan siswa bersangkutan. "Sekarang melamar kerja kan harus dilampiri ijazah. Bagaimana mereka bisa melamar kerja kalau ijazahnya ditahan. Ini melanggar hak anak," kata Agus.

Berdasarkan data yang berhasil diperoleh Komisi C DPRD Kota Cirebon, dari jumlah ijazah yang ditahan itu, baru beberapa orang yang sudah bisa diambil. "Yang saya tahu pasti, baru dua siswa dari SMA 4 yang datang mengadu kepada kami, yang ijazahnya sudah bisa diambil," katanya.

Agus mengaku khawatir dengan kemungkinan hilangnya dokumen penting itu. "Kalau satu atau dua tahun sih, mungkin penyimpanan masih memungkinkan. Tapi ini sampai 10 tahun lebih, kemungkinan hilang atau nyelip kan sangat besar," katanya.

Terkait dengan temuan itu, lanjutnya, pihak Komisi C sudah mengagendakan untuk memanggil Dinas Pendidikan. "Kami akan meminta kalrifikasi atas kejadian itu. Ini sangat memprihatinkan. Seharusnya kejadian iitu tidak perlu terjadi, karena sebenarnya banyak dana baik dari APBD Kota Cirebon maupun Provinsi Jabar, untuk membantu mengatasinya," katanya.

Menurutnya, penahanan ijazah tidak perlu terjadi, karena banyak bantuan berupa beasiswa untuk siswa tidak mampu dan untuk siswa berprestasi. "Artinya, kalau alasannya belum membayar uang gedung dan lain-lain, kan bisa ditutupi dengan menggunakan uang beasiswa untuk siswa kurang mampu atau siswa berprestasi," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Anwar Sanusi yang hendak dikonfirmasi melalui telepon selulernya, tidak aktif. (A-92/das)***

Baca Juga

Diskusi Unpad Merespon

PENDIDIKAN
Diskusi Unpad Merespon

Teten: Presiden Ingin Ajaran Islam Moderat Dijaga

PENDIDIKAN

JAKARTA, (PRLM).- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas (Ratas) yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddi, Ketua MUI Din Syamsudin, serta beberapa Rektor Universitas Islam Negeri (UIN), termasuk Rektor UIN Jakarta Prof.

Festival Permainan Tradisional Untuk Bendung Elektronik

PENDIDIKAN

SOLO, (PRLM).-Di tengah maraknya permainan anak-anak berbasis teknologi elektronik saat ini, Sekolah Dasar (SD) Islam "Al Fattah", Manahan, Solo, mengisi waktu jeda pasca-ujian kenaikan kelas (UKK) dengan mengadakan festival permainan tradisional.

Pencairan BOS Madrasah di KBB Masih Belum Jelas

PENDIDIKAN

NGAMPRAH, (PRLM).- Dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk madrasah di Kabupaten Bandung Barat masih belum jelas kapan bisa dicairkan.