Pengecatan Marka Jalan Terkendala Cuaca Basah

14 November pengecatan marka jalan USEP3181_0.jpg

PEKERJA dari CV Insun Medal Lestari rekanan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mengecat ulang marka jalan di Jln. Al Fathu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (14/11). Pengecatan ulang marka jalan yang sudah pudar terkendala cuaca, karena harus
USEP USMAN NASRULLOH/PRLM
PEKERJA dari CV Insun Medal Lestari rekanan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mengecat ulang marka jalan di Jln. Al Fathu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (14/11). Pengecatan ulang marka jalan yang sudah pudar terkendala cuaca, karena harus dikerjakan dalam kondisi jalan kering. Ketahanan cat marka jalan juga tergantung dari kualitas aspal. Pada jalan dengan betonisasi cat tahan sekitar setahun dan pada hotmix kualitas baik bisa mencapai dua tahun.*

Baca Juga

Ribuan Peserta Ikuti Gerak Jalan HAB Kemenag Kab. Bandung

BANDUNG RAYA
RIBUAN peserta mengikuti gerak jalan memeriahkan Hari Amal Bakti Kemenag ke-70 yang digelar Kemenag Kab. Bandung, Kamis (7/1/2015).*

SOREANG,(PRLM).- Ribuan peserta terdiri atas karyawan, pengawas pendidikan, guru, penyuluh, dan penghulu mengikuti gerak jalan santai yang diadakan Kemenag Kab. Bandung, Kamis (7/1/2016). Gerak jalan untuk memeriahkan Hari Amal Bakti Kemenag ke-70 dilepas Kepala Kemenag Kab.

Hendak Pergi Mengaji, Bocah SD Malah Diperkosa

BANDUNG RAYA
BANDUNG, (PRLM).- Nasib tragis dialami seorang bocah SD di Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ia diduga menjadi korban tindakan kekerasan seksual oleh empat remaja.
 

Anak-anak Ikuti Pelatihan Pengolahan Tanah Liat

BANDUNG RAYA
SEJUMLAH anak saat mengikuti pelatihan pengolahan tanah liat di Rumah Pow-pow Cikadut, Bandung, Minggu (10/1/2016).  Kegiatan yang diikuti belasan anak tersebut  bertujuan mengasah kreativitas anak melalui kerajinan tangan.*

Penderita HIV/AIDS di KBB Meningkat Setiap Tahun

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).- Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bandung Barat terus meningkat dari tahun ke tahun. Ironisnya, dari sekitar 178 kasus HIV/AIDS yang ditemukan sepanjang 2007-2015, sebagian besar di antaranya berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.