Rehabilitasi Total Sungai Citarum Butuh Rp 35 Triliun

SOREANG, (PRLM).- Rehabilitasi menyeluruh dan terpadu untuk memulihkan kondisi Sungai Citarum seperti semula diperkirakan membutuhkan dana sedikitnya Rp 35 triliiun dalam kurun waktu lima belas tahun. Artinya, jika penanganan serius dilakukan, setiap tahun seluruh stake holder harus mengalokasikan sedikitnya Rp 2,3 triliun.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, kebutuhan tersebut tidak lepas dari kondisi Citarum yang saat ini terbilang sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tidak sehat. Bahkan, dengan permasalahan dari hulu yang dikotori limbah peternakan hingga hilir dengan jutaan kubik sampah di dalamnya, Citarum sudah dikategorikan sebagai salah satu sungai terkotor di dunia.

“Permasalahan Citarum terjadi dari hulu di mana banyak hutan dan gunung yang gundul sampai ke hilir dengan masalah sosial kemasyarakatan yang terjadi,” ujar Djoko saat mencanangkan secara resmi Program Rehabilitasi Prasarana Penanganan Banjir Citarum, di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (9/11).

Menurut Djoko, kondisi tersebut menuntut penanganan yang terpadu dan terkoordinir dari semua stakeholder di daerah yang terlintasi Citarum bersama Pemrop Jawa Barat. Pasalnya, selama ini penanganan yang dilakukan masing-masing daerah dinilai belkum optimal, karena tidak seimbang dengan tingkat sedimentasi yang terjadi.

Begitu juga untuk kebutuhan dana pemulihan Citarum, Djoko menegaskan, harus dipikirkan bersama. Tidak hanya pemerintah kota/kabupaten dan propinsi, akan tetapi di pusat pun, tidak hanya satu kementerian yang harus turun tangan.

Sementara itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Hasanudin mengatakan, program rehabilitasi Citarum kali ini akan dilaksanakan sepanjang 180 kilomenter. Dana program dialokasikan dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) murni tahun jamak 2011-2013 sebesr Rp 1,3 triliun.

Menurut Hasanudin, pengerukan DAS Citarum akan dilakukan menyeluruh dari hulu di Gunung Wayang, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung dan melewati 8 kabupaten dan 3 kota lain di Jabar yang terlintasi. “Dalam tiga tahun diharapkan bisa terangkat sedimen citarum hingga 10,5 juta meter kubik. Kalau bisa lebih, sehingga bisa mengurangi beban kapasitas debit air, sehingga mengurangi dampak banjir,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, rehabilitasi Citarum tidak hanya cukup dengan rehabilitasi sungainya sendiri. Namun, perlu juga penanangan masalah sosial, terutama kesadaran masyarakat. Semua harus ditangani oleh stakeholder terkait secara terpadu. Misalnya, masalah pembalakan hutan untuk pertanian di hulu bisa ditangani Kementerian Pertanian dan begitu pula permasalahan lainnya.

Heryawan berharap, ke depan juga tidak ada lagi rumah warga di sepanjang DAS Citarum dengan jarak kurang dari 15 meter dan membelakangi sungai. “Kalau bisa jaraknya harus 100 meter dan menghadap sungai,” ujarnya. (A-178/das)***

Baca Juga

WARGA berekreasi di Alun-Alun Bandung, mulai dari jalan santai, bermain bola, hingga berfoto.*

Ini Lokasi Nobar Gratis Final Piala Bhayangkara

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung menyiapkan tiga taman untuk kegiatan nonton bersama gratis partai final Piala Bhayangkara 2016, Minggu 2 April 2016 petang. Warga diminta bersikap lebih dewasa dengan turut menjaga kebersihan dan keutuhan fasilitas taman.

persib, arema cronus, piala bhayangkara, alun-alun,

Acara Nonton Bareng Sisakan Tumpukan Sampah

BANDUNG, (PR).- Acara nonton bersama partai final Piala Bhayangkara di taman-taman di Kota Bandung menyisakan tumpukan sampah. Di Taman Alun-alun dan Taman Film, para petugas Dinas Pertamanan dan Permakaman Kota Bandung mengangkut tak kurang dari 120 kantong keresek penuh sampah.

Dinding Rumah Burhanudin Jebol Diterjang Luapan Air Sungai

CIMAHI, (PR).-Luapan air sungai mengangkut sampah dalam volume besar mendorong dinding rumah milik Burhanudin (62) hingga jebol di Kompleks Puri Cipageran Blok H3 No. 104 RT 1 RW 28 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi, Senin 4 April 2016 malam.