Pesawat tak Berawak Bisa Diam di Udara Selama 4 Hari

PESAWAT berawat Phantom Eye buatan Boeing.*
DAILY MAIL/PRLM
PESAWAT berawat Phantom Eye buatan Boeing.*

SACRAMENTO, (PRLM).- Penerbangan perdana pesawat tak berawak revolusioner yang dapat tinggal di udara selama empat hari di ketinggian 65.000 kaki, kini tinggal beberapa hari lagi.

Phantom Eye, yang dibuat oleh divisi rahasia Boeing Phantom Works, berbahan bakar hidrogen dan dirancang untuk melaksanakan misi pengawasan dan pengintaian di ketinggian.

Penerbangan perdananya akan berlangsung di Edwards Air Force Base di California dan diperkirakan berlangsung antara empat dan delapan jam.

Teknologi pesawat tanpa awak yang sedang dikembangkan oleh Phantom Works ini, suatu saat akan memicu pertempuran udara antara pesawat tak berawak.

"Phantom Eye adalah yang pertama dari jenisnya dan bisa membuka pasar baru dalam pengumpulan data dan komunikasi," kata Darryl Davis, presiden Boeing Phantom Works, seperti dikutip laman Daily Mail, Senin (31/10).

"Sistem propulsi hidrogen akan menjadi kunci keberhasilan Phantom Eye. Hal ini sangat efisien dan menawarkan bahan bakar yang lebih ekonomis, dan produk sampingnya hanya air," tambahnya. (Aya/das)***

Baca Juga

Pegiat Filantropi di Indonesia Meningkat

JAKARTA, (PR).- Perhimpunan Filantropi Asia (Asia Philanthropy Circle) atau biasa disebut APC mengumumkan berdirinya cabang di Indonesia sebagai cabang pertama dari organisasi yang berpusat di Singapura.

Hermanto Dwiatmoko Terpilih Jadi Ketua Maska

JAKARTA, (PR).- Hermanto Dwiatmoko terpilih sebagai Ketua Umum Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska) periode 2016-2021, menggantikan Soemino Eko Saputro pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).