Ketua Koalisi Kependudukan Jabar, Dr. Ferry Hadiyanto:

Penduduk Bisa Jadi Aset Pembangunan atau Beban Pembangunan

BANDUNG, (PRLM).- Jumlah penduduk yang banyak akan menjadi aset pembangunan jika berkualitas, namun bila yang terjadi sebaliknya maka akan menjadi beban pembangunan. Untuk itu, Jawa Barat yang mempunyai jumlah penduduk banyak harus mempunyai grand design agar penduduk bisa menjadi aset bagi pembangunan.

"Jadi penduduk itu bisa menjadi aset atau beban pembangunan. Perbedaannya tipis sekali," ungkap Ketua Koalisi Kependudukan Jabar, Dr Ferry Hadiyanto pada talkshow seputar kependudukan di Bandung Indah Plaza, Senin (31/10).

Namun untuk membuat grand design tersebut, kata Ferry, perlu multi sektor, tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, misalnya hanya mengandalkan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional atau Dinas Kesehatan saja. Pemerintah dan lembaga yang menangani kependudukan harus saling dukung dengan prinsipnya mengendalikan penduduk.

"Kependudukan ini erat kaitannya dengan rata-rata angka melahirkan perempuan sehingga advokasi terhadap ibu-ibu sebelum mereka mempunyai anak tentang masalah kependudukan sangat perlu," ucapnya.

Menurut Ferry, masalah kependudukan harus terus disosialisasikan karena kependudukan kadang dipandang sebagai hak, misalnya hak untuk mempunyai anak. Pemerintah dan lembaga yang mengurusi masalah kependudukan tidak boleh lengah agar tumbuh kesadaran di masyarakat. Advokasi sangat diperlukan dalam hal ini. "Bukan melarang untuk mempunyai anak tetapi anak tidak menjadi beban bagi orangtua. Jadi ada pengaturan kelahiran," paparnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Jabar, Netty Prasetyani. Menurut Netty, berbicara penduduk itu ada dua kemungkinan yaitu sebagai aset pembangunan dan sebagai beban pembangunan. Kader PKK mendorong partisipasi masyarakat sehingga bila dikelola dengan baik, kader mempunyai potensi yang luar biasa. "Untuk itu pelatihan secara rutin dan periodik dilakukan terhadap mereka," paparnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jabar, Ir. Siti Fathonah, MPA., mengatakan setiap tahunnya di Jabar lahir sekitar 800.000 anak, diperkirakan setiap harinya lahir 2.000 bayi. Meskipun laju pertumbuhan penduduk setelah dikurangi migrasi menjadi 1,2 persen, tapi secara nominal tetap besar.Untuk itu, program KB harus tetap digalakkan.

"Diusahakan agar digunakan kontarasepsi mantap atau jangka panjang seperti IUD agar tidak mudah lupa. Kalau menggunakan pil dan suntik kadang suka lupa," katanya. (A-62/das)***

Komentari di Facebook !