KPJB Desak Penghentian Aktivitas Penipuan Investasi CV Df

SOREANG, (PRLM).- Puluhan aktivis Komite Peduli Jawa Barat (KPJB) Kab. Bandung dan beberapa korban penipuan investasi CV Df mendatangi gedung DPRD Kab. Bandung, Kamis (27/10). Mereka mendesak agar pihak berwenang segera menghentikan aktivitas CV Df karena dianggap merugikan dan meresahkan warga masyarakat.

Menurut Ketua KPJB Kab. Bandung, Lili Muslihat, ratusan warga termasuk PNS Pemkab Bandung telah menjadi korban dari iming-iming keuntungan yang ditawarkan CV Df yang beralamat di Desa Cingcin, Kec. Soreang. “Para korban dijanjikan pengembalian uang yang diinvestasikan untuk bisnis beras sampai 10 persen per bulannya. Namun, bukannya dapat keuntungan malah uangnya dibawa lari perusahaan itu,” katanya.

Lili memperkirakan kerugian warga Kab. Bandung akibat operasional CV Df berkisar antara Rp 10 miliar sampai Rp 20 miliar. “Kami mendesak kepada para wakil rakyat agar ikut memberikan rekomendasi penghentian operasional perusahaan tersebut. Bahkan, aparat kepolisian harus didesak untuk mengusut tuntas kasus penggelapan uang,” katanya.

Ketua Komisi B, H. Saeful Bahri, yang menerima para pengunjuk rasa mengatakan, perusahaan baik berbentuk koperasi, CV, maupun PT yang beroperasi di Kab. Bandung harus legal dan tidak merugikan masyarakat. “Kalau sudah ada indikasi investasi yang merugikan masyarakat harus segera dicegah dan diusut tuntas,” ujarnya.(A-71/das)***

Baca Juga

Peringati Hari Pahlawan SMAN 20 Bandung Gelar Donor Darah

BANDUNG,(PR).-Untuk membantu sesama yang membutuhkan darah, Kader Kesehatan Remaja (KKR) SMAN 20 Bandung bekerja sama dengan PMI cabang Kota Bandung menyelenggarakan donor darah, Kamis 10 November 2016.

Atasi Banjir, Pengerukan Sedimen di Pagarsih Terus Dilakukan

BANDUNG, (PR).- Pengerukan sedimen di aliran Sungai Citepus, Pagarsih, Kota Bandung terus dilakukan. Pengerukan sudah dimulai pada Rabu 9 November 2016 pukul 8 pagi. Namun sedimen kembali bertambah setelah banjir menggenangi kawasan Pagarsih sore harinya.

Pemkot Bandung Yakin PT BII Bisa Langsung Raih Benefit

BANDUNG, (PR).- ‎Kota Bandung memiliki badan usaha milik daerah berbentuk perseroan, Bandung Infra Investama, setelah disahkan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kota Bandung, Kamis 10 November 2016. Penyertaan modal awal PT BII yakni Rp 30 miliar.