Unwim Kini Lebih Efisien

KAMPUS Fakultas Pertanian Unwim, Kec. Tanjungsari, Kab. Sumedang, tetap eksis mendidik generasi muda pertanian Jabar.*
KODAR SOLIHAT/PRLM
KAMPUS Fakultas Pertanian Unwim, Kec. Tanjungsari, Kab. Sumedang, tetap eksis mendidik generasi muda pertanian Jabar.*

SUMEDANG, (PRLM).- Pengelolaan kampus Universitas Winaya Mukti (Unwim) kini dinilai lebih efisien, menyusul keberhasilan sejumlah kalangan dan simpatisan mempertahankan eksistensi perguruan tinggi bersangkutan. Bahkan kini mereka sudah mampu merekrut tenaga baru dan mempeoleh banyak mahasiswa baru pada tahun ajaran akhir 2011 ini.

Pembantu Rektor II Unwim, Hudaya, senada dosen senior yang mantan rektor, Endang Sufiadi, di Kampus Fakultas Pertanian, Kec. Tanjungsari, Kab. Sumedang, Selasa (25/10) mengatakan, dengan jumlah personel 47 orang serta biaya gaji personel total sekitar Rp 51 juta, operasional Unwim dirasakan jauh terfokus.

Sejumlah dosen dan karyawan baru diperoleh pada tahun ini, yang dharapkan lebih pula optimal dalam proses belajar-mengajar. "Semangat baru dan sedang tinggi-tingginya kini terjadi dalam pengelolaan kampus Unwim yang tetap eksis. Dedikasi para personel yang loyal, dukungan para alumni dan pihak lain yang begitu perduli, membuat kampus asli milik warga Jabar ini tetap bertahan bahkan mencoba dapat berbuat lebih baik bagi daerahnya," kata Hudaya.

Disebutkan pula, Unwim pun sedang berencana membuka pendidikan sampai S-3, menyusul pendidikan S-2, S-1, dan D3 yang tetap eksis. Kampusnya tersebar mulai di Tanjungsari, Bandung, dan Cirebon, dengan menempati asset-asset bangunan lama, di luar kampus Jatinangor yang kini sudah "dilego" Pemprov Jabar ke ITB.

"Kami mencoba memenuhi amanat pendiri kampus Bojongseungit yang merupakan julukan kampus pertanian Tanjungsari, agar tanah wakaf ini benar-benar dimanfaatkan bagi pendidikan dunia pertanian. Apalagi dukungan warga sekitar agar kampus ini tetap eksis, tak boleh kami sia-siakan," kata Endang. (A-81/kur) ***

Baca Juga

Redistribusi Guru Dimulai 2018

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan proses redistribusi jumlah guru akan dimulai pada awal tahun 2018.

SISWA kelas XII IPA mengikuti Ujian Sekolah, di SMAN 5 Bandung, Jln. Belitung, Kota Bandung, Senin (17/3/2014). Ujian yang berlangsung hingga Sabtu (22/3/2014) itu, diikuti sebanyak 387 siswa dengan rincian 321 siswa IPA dan 66 siswa dari bidang IPS.*

Nilai USBN dan UN Tak Dipakai untuk SNMPTN dan SBMPTN

JAKARTA, (PR).- Nilai hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan ujian nasional (UN) tidak akan dipakai untuk penerimaan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM

Anak Muda, Jangan Golput!

BERGABUNG dengan partai politik adalah pilihan Kamal Nuryadin sejak Juni 2017.

Industri Didorong Dirikan Politeknik

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendorong pihak industri untuk mendirikan dan mengelola politeknik secara mandiri.