Harga Semen dan Besi Melambung
BANYUMAS, (PRLM).- Harga semen dan besi di tengah maraknya pembangunan proyek-proyek infrastruktur melambung.
Pabrik semen dan pedagang tingkat eceran sejak permintaan kebutuhan bahan baku pembangunan mulai menaikkan harga.
Namun semen, mengalami kenaikan tertinggi disusul bahan bangunan besi cor dan lantai keramik.
Kondisi demikian jelas dikeluhkan warga yang sedang membangun rumah. Sebab semen yang tadinya dijual Rp 56.000 - Rp 58.000 per sak isi 50 saat kini dijual Rp 65.000 per sak. Sedang besi cor dan lantai keramik juga naik sekitar 10 persen.
Menurut Prayoga warga Sumampir Purwokerto yang sedang membangun dapur, kenaikan harga bahan bangunan itu, terutama terjadi sejak pertengahan Agustus. "Khusus ketiga bahan bangunan tersebut, harganya bahkan langsung mengalami lonjakan,"katanya.
Juned, seorang pedagang besi cor di Kecamatan Patikraja, mengaku untuk bahan bangunan bes cor saat ini memang mengalami kenaikan. "Semula harga besi cor Rp 6.200 per kg, kini naik menjadi sekitar 6.600 per kg. Kenaikan harga besi cor ini terjadi memang sudah dari distributornya,"katanya.
Khusus untuk semen sejumlah distributor di Purwokerto mengaku harga semen Holcim sudah naik dari produsennya. sementara pedagang tinggal menyesuaikan. Sementara Semen lainnya seperti Tiga Roda dan Semen Gresik belum menaikkan harga.
"Tetapi kemungkinan besar pabrik semen lainnya akan menaikkan harganya hanya tinggal menunggu waktu saja" kata salah satu distrubutor semen di Purwokerto Kamis (22/9).
Humas PT Holcim Cilacap, Denny Nuryandain mengakui, harga semen di tingkat eceran memang mengalami kenaikan. Kenaikan harga semen ini lebih disebabkan oleh tingginya permintaan.
"Karena saat ini banyak proyek-proyek infrastruktur yang sedang dikebut pengerjaannya. Hal inilah yang menyebabkan harga semen di pasaran melonjak,” katanya.
Meski produksi semen dari pabrik Semen Holcim di Cilacap sebenarnya tidak ada penurunan. Demikian juga dalam hal distribusi, sebenarnya juga tidak ada masalah.
Dia menyebutkan, kapasitas produksi semen khusus untuk pabrik Cilacap hanya mencapai 2,6 juta ton per tahun.
Mengenai produk semen Holcim yang sudah ada menaikannya.
Denny menolak menjelaskan. "Kalau masalah harga di tingkat pabrikan, bukan kewenangan saya untuk menjelaskan,"jelasnya. (A-99/A-26).***
Kalau bahan bangunan
Kalau bahan bangunan semuanyah pada naik kapan masyarakat kecil bisa membangun rumah nyah *_^
Katanya mau membantu
Katanya mau membantu masyarakat, dengan harga rumah yang terjangkau tapi kalau kenaikan bahan dasar bangunan yang tdk terkendali ini dibiarkan pemerintah, jadi niat baik pemerintah diatas hanya .......? anda yg simpulkan
Yang saya herankan..harga2 di
Yang saya herankan..harga2 di Indonesia kalau dibandingkan dng Malaysia relatif sama.padahal gaji buruh yg mengerjakan bahan2 itu minimal 2x lipat dr gaji buruh di Indonesia.bahkan banyak yg sampai 4x lipat. Bukan di bidang bangunan saja. Seandainya Pemerintah lebih Jeli dan memang ada niatan membantu rakyaty mengontrol harga dipasaran bukannya pekerjaan susah. dengan catatan menilik kerja pemerintahan sendiri..bagaimana Birokrasinya hingga bhan itu menjadi barang siap jual,perpajakannya (mungkinkah sangat memberatkan perusahaan) yg akhirnya jg terbebankan kpd konsumen..maaf,bkn mksud menjelaskan.. ini hanya Pikiran Rakyat kecil seperti saya..
Wow... Semakin tinggi saja
Wow... Semakin tinggi saja harga untuk membangun rumah. Sepertinya perlu ada bantuan dari pemerintah untuk menetralkan situasi seperti semula. ^_^
Post new comment