Iklim Ikut Tentukan Harga Ayam

CIAMIS,(PRLM).- Anjloknya harga ayam ayam umur sehari atau day old chicken (DOC) di wilayah Priangan Timur merupakan siklus yang bisa terjadi selama setahun. Namun demikian perubahan iklim seperti sekarang ini, dapat mempengaruhi siklus tersebut. Hal itu dikatakan Manajer Umum Penjualan PT Sierad Produce Rudi Eka di Ciamis, Kamis.

“Musim kemarau juga berdampak pada terbatasnya persediaan air bersih. Keadaan tersebut juga berpengaruh terhadap kesehatan ayam. Berbeda dengan sebelumnya saat pergantian musim berlangsung secara teratur,” tuturnya.

Salah satu faktor turunnya harga DOC adalah berkurangnya serapan peternak, akibat menurunnya jumlah permintaan. Turunnya permintaan tersebut di antaranya karena berbagai faktor, di antaranya saat ini lebaran sudah lewat, anak sudah kembali masuk sekolah.

Dengan demikian, konsumen lebih mengutamakan memenuhi kebutuhan sekolah apabila dibandingkan membeli daging ayam. Di lain pihak, produksi DOC terus bertambah, akibatnya terjadi over produksi.

“Untuk menyiasati agar kerugian tidak semakin besar, umumnya produsen DOC sekaligus juga ikut melakukan pembesaran. Dengan demikian DOC dapat diserap oleh penyedia bibit yang sekaligus juga menjadi peternak ayam. Terus terang saat ini kondisi pengusaha ayam potong sedang menjerit karena harganya anjok,” tuturnya.

Dia juga sepakat dilakukannya pembatasan impor induk bibit unggul ayam, termasuk pembatasan quota breeding atau pembatasan produksi DOC. Hal tersebut harus mendapat dukungan maupun komitmen bersama.

Rudi memperkirakan keadaan tersebut akan berlangsung hingga dua bulan ke depan. Berdasarkan perkiraan tersebut, maka bulan berikutnya akan terjadi perbaikkan harga DOC maupun daging ayam di pasaran.

“Ada masa dimana harga turun, akan tetapi selanjutnya akan kembali naik. Ada masanya peternak rugi, akan tetapi pada waktu lain, dapat ditutup dengan untung pada fase berikutnya. Yang penting adalah bagaimana secara bijak menghadapi keadaan,” ujarnya.(A-101/A-26).***

Baca Juga

Masyarakat Kecil tak Perlu Ikut Amnesti Pajak

JAKARTA, (PR).- Direktorat Jenderal Pajak menepis isu yang beredar bahwa amnesti pajak salah sasaran, terlebih menyasar masyarakat kecil. Ditegaskan, masyarakat yang berpenghasilan rendah atau di bawah Rp 4,5 juta per bulan tidak perlu mengikuti amnesti pajak.

Laba Melonjak, Pertamina Perlu Dorong Investasi

JAKARTA, (PR).– PT Pertamina (Persero), badan usaha milik Negara di sektor energi terintegrasi, perlu mendorong investasi dan ekspansi perusahaan menyusul lonjakan laba bersih pada semester I 2016. Hal itu karena didukung oleh peningkatan kinerja operasi dan efisiensi.

Uji Materi UU Amnesti Pajak Hanya Wacana Pribadi

JAKARTA, (PR).- Dengan adanya penjajakan kerja sama sosialisasi amnesti pajak antara Kementerian Keuangan dan PP Muhammadiyah, kemungkinan PP Muhammadiyah tidak jadi mengajukan uji materi (judicial review) Undang-Undang Amnesti Pajak.