FKGH: Segera Cairkan Tunjangan Fungsional

BANDUNG, (PRLM).- Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kota Bandung mendesak pemerintah untuk segera mencairkan tunjangan fungsional yang diperuntukkan bagi guru non PNS termasuk guru honorer sebelum hari raya Idul Fitri. Pasalnya tunjangan ini sangat dibutuhkan oleh para guru honorer mengingat tunjangan fungsional menjadi satu-satunya tunjangan yang diterima guru honorer saat ini.

"Guru PNS ada gaji ke-13, ada lagi uang SBY yang jumlahnya Rp 300 ribuan per orang, terakhir ada tambahan penghasilan PNS sebagai pengganti THR yang baru saja dicairkan. Sementara kami tidak ada, honor kami pun terus terlambat karena BOS pusat yang terlambat cair," kata Ketua FKGH Kota Bandung Yanyan Erdiyan, saat dihubungi Rabu (24/8).

Menurut Yanyan, semestinya sejak Juli lalu tunjangan fungsional yang berkisar Rp 220 ribu per bulan ini sudah bisa dicairkan. Namun ternyata sampai saat ini tunjangan tersebut masih belum turun. "Kabarnya masih dalam proses validasi, padahal semestinya Juli sudah bisa cair karena rapel setiap enam bulan. Ini sangat disayangkan, sebab tunjangan fungsional menjadi harapan bagi honorer meski belum semua honorer memperoleh tunjangan fungsional ini, " ujarnya. (A-157/das)***

Baca Juga

Sistem Pembelajaran Unik Dengan Robot, Drone, dan VR

Di era yang semakin modern ini, ruang kelas di sekolah-sekolah mulai menerapkan berbagai teknologi tinggi. Mulai dari papan interaktif, menggunakan laptop, dan juga pembelajaran online semakin berkembang.

Dosen Jangan Hanya Incar Jabatan Struktural

JAKARTA, (PR).- Direktur Jendral Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti menegaskan, untuk meningkatkan jumlah publikasi jurnal ilmiah internasional, seorang dosen jangan hanya mengincar jabatan struktural lektor kepala.

Pemerintah Fokus Benahi Politeknik

CILACAP, (PR).- Sekitar 82 persen siswa lulusan SMK/SMA tercatat sebagai tenaga kerja nasional 2016. Sementara itu, jumlah tenaga kerja lulusan pendidikan tinggi hanya sekitar 17,5 persen dan lulusan sekolah dasar mencapai 60 persen.