FKGH: Segera Cairkan Tunjangan Fungsional

BANDUNG, (PRLM).- Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kota Bandung mendesak pemerintah untuk segera mencairkan tunjangan fungsional yang diperuntukkan bagi guru non PNS termasuk guru honorer sebelum hari raya Idul Fitri. Pasalnya tunjangan ini sangat dibutuhkan oleh para guru honorer mengingat tunjangan fungsional menjadi satu-satunya tunjangan yang diterima guru honorer saat ini.

"Guru PNS ada gaji ke-13, ada lagi uang SBY yang jumlahnya Rp 300 ribuan per orang, terakhir ada tambahan penghasilan PNS sebagai pengganti THR yang baru saja dicairkan. Sementara kami tidak ada, honor kami pun terus terlambat karena BOS pusat yang terlambat cair," kata Ketua FKGH Kota Bandung Yanyan Erdiyan, saat dihubungi Rabu (24/8).

Menurut Yanyan, semestinya sejak Juli lalu tunjangan fungsional yang berkisar Rp 220 ribu per bulan ini sudah bisa dicairkan. Namun ternyata sampai saat ini tunjangan tersebut masih belum turun. "Kabarnya masih dalam proses validasi, padahal semestinya Juli sudah bisa cair karena rapel setiap enam bulan. Ini sangat disayangkan, sebab tunjangan fungsional menjadi harapan bagi honorer meski belum semua honorer memperoleh tunjangan fungsional ini, " ujarnya. (A-157/das)***

Baca Juga

Redistribusi Guru Dimulai 2018

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan proses redistribusi jumlah guru akan dimulai pada awal tahun 2018.

SISWA kelas XII IPA mengikuti Ujian Sekolah, di SMAN 5 Bandung, Jln. Belitung, Kota Bandung, Senin (17/3/2014). Ujian yang berlangsung hingga Sabtu (22/3/2014) itu, diikuti sebanyak 387 siswa dengan rincian 321 siswa IPA dan 66 siswa dari bidang IPS.*

Nilai USBN dan UN Tak Dipakai untuk SNMPTN dan SBMPTN

JAKARTA, (PR).- Nilai hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan ujian nasional (UN) tidak akan dipakai untuk penerimaan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM

Anak Muda, Jangan Golput!

BERGABUNG dengan partai politik adalah pilihan Kamal Nuryadin sejak Juni 2017.

Industri Didorong Dirikan Politeknik

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendorong pihak industri untuk mendirikan dan mengelola politeknik secara mandiri.