Euis Komariah Akan Dimakamkan di Pacet Majalaya

BANDUNG,(PRLM).- Maestro tembang Sunda Cianjuran Hj. Euis Komariah (61) rencananya akan dimakamkan di Pemakaman Keluarga di kampung halamannya, Cipeujeun, Pacét, Kec. Majalaya, Kabupaten Bandung, seusai shalat dzuhur.
Almarhumah wafat pada Kamis (11/8) dinihari sekitar pukul 2.15 WIB di RS Santosa Bandung, meninggalkan seorang suami, Gugum Gumbira Tira Sondjaja dan empat orang anak serta sembilan cucu.
Banyak melahirkan juru tembang Sunda seperti, Ida Widawati, Neneng Dinar, Neneng Fitri, Rina Oesman, dan lainnya menjadi bukti sosok almarhumah Euis Komariah sebagai seorang maestro yang telah lama malang melintang di kebudayaan Sunda. Tak heran jika ia sering berkeliling dunia untuk memperkenalkan budaya Sunda di manca negara.
Dalam buku biografi “Daweng Tineung Euis Komariah” yang ditulis oleh Aam Amilia, disebutkan almarhumah pertama kali belajar tembang Sunda sejak 1958, ketika ia duduk dibangku sekolah dasar kelas empat saat usianya 9 tahun dan sudah naik panggung.
Bakat yang ada pada almarhumah untuk pertamakali diketahui oleh Ansorudin, pemilik sanggar seni di kampung halamannya Cipeujeun, Pacét, Majalaya.
Kepiawaiannya sebagai juru tembang Sunda, semakin menonjol saat duduk dibangku SMP dan perdengarkan di RRI Bandung dalam siaran Angkatan Bersenjata dengan diiringi permainan kecapi Mang Ebar dan suling Mang Engkos.
Saat usianya menginjak 13 tahun sejumlah pasanggiri tembang Sunda sudah diikutinya. Pada tahun 1962 almarhumah menjadi peserta Pasanggiri Damas termuda (13 tahun) dan meraih juara ke dua.
Dua tahun kemudian (1964) sejumlah trofi diraihnya karena mengikuti sejumlah karagori dan arena selalu keluar sebagai juara, akhirnya pada tahun 1977 almarhumah menghentikan keikutsertaannya pada ajang pasanggiri tembang Sunda.
Selain sebagai juru tembang Sunda Cianjuran, almarhumah juga dikenal piawai melantunkan tembang sunda degung karena suaranya yang sangat khas. Kariernya didunia rekaman diawali bersama grup seni “Dewi Pramanik” dan setelah dipersuting Gugum Gumbira, almarhumah berlabuh di “Jugala Grup”. Hingga akhir hayatnya puluhan sudah kaset dan CD yang dihasilkan. (A-87/kur)***
Innalillahi waina illaihi
Innalillahi waina illaihi roji'un............, pileuleuyan Ema....".wilujeng angka"t Ka pamulangan nu saestuna....," Kuring Leungiteun "
Maksadna Euis
Maksadna Euis Komariah............sanes Eusi Komariah.
Wilujeng kantu Ibu Euis, ngahaturkeun nuhun kana yasana nu tos ngeuyeuban kasenian Sunda, oge sacara pribadi sim kuring tos kayasaan ku tembang-tembang Ibu Euis anu teu weleh marengan dina sagala kaayaan ku degungna, cianjuranana, sareng kliningan klasikna.
Post new comment