Lima Daerah di Jabar Belum Serahkan Proposal BOS Provinsi

BANDUNG, (PRLM).- Meski batas waktu penyerahan proposal Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat telah berakhir pada Kamis (4/8), namun masih ada lima kabupaten/kota di Jawa Barat yang belum juga menyerahkan proposal pengajuan. Dengan begitu hingga saat ini sudah ada 21 kabupaten kota di Jawa Barat yang telah menyelesaikan dan mencairkan dana BOS provinsi tahun anggaran 2011.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dede Hasan, Jumat (5/8).

Dede menjelaskan, lima kabupaten yang masih belum menyelesaikan proposal pencairan BOS adalah Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Bogor. Seperti juga yang sering disampaikan sebelumnya, alasan yang menjadi penyebab belum diajukannya proposal ini dikarenakan masih belum ditandatanganinya proposal pengajuan oleh pimpinan daerahnya.

"Jadi sampai saat ini proposalnya termasuk juga kuitansi, Surat Keputusan (SK) pengesahan pengelola BOS, dan rekening kas daerahnya belum ditandatangani oleh bupati/wali kota. Kami sudah berupaya untuk mendorong proses pengajaun. Deadline pun sudah ditetapkan, tapi masih ada lima daerah yang belum," katanya. (A-157/das)***

Baca Juga

Redistribusi Guru Dimulai 2018

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan proses redistribusi jumlah guru akan dimulai pada awal tahun 2018.

SISWA kelas XII IPA mengikuti Ujian Sekolah, di SMAN 5 Bandung, Jln. Belitung, Kota Bandung, Senin (17/3/2014). Ujian yang berlangsung hingga Sabtu (22/3/2014) itu, diikuti sebanyak 387 siswa dengan rincian 321 siswa IPA dan 66 siswa dari bidang IPS.*

Nilai USBN dan UN Tak Dipakai untuk SNMPTN dan SBMPTN

JAKARTA, (PR).- Nilai hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan ujian nasional (UN) tidak akan dipakai untuk penerimaan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM

Anak Muda, Jangan Golput!

BERGABUNG dengan partai politik adalah pilihan Kamal Nuryadin sejak Juni 2017.

Industri Didorong Dirikan Politeknik

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendorong pihak industri untuk mendirikan dan mengelola politeknik secara mandiri.