Lima Daerah di Jabar Belum Serahkan Proposal BOS Provinsi

BANDUNG, (PRLM).- Meski batas waktu penyerahan proposal Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat telah berakhir pada Kamis (4/8), namun masih ada lima kabupaten/kota di Jawa Barat yang belum juga menyerahkan proposal pengajuan. Dengan begitu hingga saat ini sudah ada 21 kabupaten kota di Jawa Barat yang telah menyelesaikan dan mencairkan dana BOS provinsi tahun anggaran 2011.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dede Hasan, Jumat (5/8).

Dede menjelaskan, lima kabupaten yang masih belum menyelesaikan proposal pencairan BOS adalah Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Bogor. Seperti juga yang sering disampaikan sebelumnya, alasan yang menjadi penyebab belum diajukannya proposal ini dikarenakan masih belum ditandatanganinya proposal pengajuan oleh pimpinan daerahnya.

"Jadi sampai saat ini proposalnya termasuk juga kuitansi, Surat Keputusan (SK) pengesahan pengelola BOS, dan rekening kas daerahnya belum ditandatangani oleh bupati/wali kota. Kami sudah berupaya untuk mendorong proses pengajaun. Deadline pun sudah ditetapkan, tapi masih ada lima daerah yang belum," katanya. (A-157/das)***

Baca Juga

#KlipingPR ITB Terapkan Lagi Jam Malam

26 Februari 1994, tiga hari setelah diberlakukannya kebijakan jam malam di Institut Teknologi Bandung (ITB), Pembantu Rektor I ITB kala itu, Iman Soengkowo membenarkan hal itu kepada Pikiran Rakyat.

Kemenag Kota Bandung Gelar Perkemahan MTs dan MA

BANDUNG,(PR).- Untuk menumbuhkan semangat mengikuti ekstra kurikuler Pramuka di lingkungan madrasah, Kemenag Kota Bandung menggelar perkemahan pramuka Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Mendikbud Larang Siswa Lakukan Skip Challenge

BANDUNG, (PR).- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dengan tegas melarang siswa untuk melakukan aktivitas Skip Challenge yang belakangan ini ramai beredar di media sosial. Muhadjir mengaku prihatin melihat para siswa yang melakukan aktifitas berbahaya tersebut.