PPNP akan Bebaskan Lahan untuk Pelabuhan Samudra, September 2011

LAHAN garapan warga seluas 8,2 hektare di Jln. Pelita, Kel/Kec. Palabuhanratu, diupayakan September nanti akan dibebaskan untuk pembangunan Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS).*
ADANG JUKARDI/PRLM
LAHAN garapan warga seluas 8,2 hektare di Jln. Pelita, Kel/Kec. Palabuhanratu, diupayakan September nanti akan dibebaskan untuk pembangunan Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS).*

PALABUHANRATU, (PRLM).- Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) akan berupaya membebaskan lahan garapan warga untuk pembangunan Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) di Jln. Pelita, Kel/Kec. Palabuhanratu, mulai September nanti. Terlebih PPNP sudah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan tahap satu sekitar Rp 9,8 miliar.

“Memang, pembebasan lahan untuk PPS ini tidak akan lama lagi. Kita ingin September sudah ada pembebasan. Apalagi uangnya sudah ada, dari Dirjen Perikanan Tangkap (PT), kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” kata Kepala PPNP, Ir. Arief Rahman Lamatta, M.M., ketika ditemui di kantornya di Palabuhanratu, Kamis (4/8).

Menurut dia, proses pembebasan lahan untuk pembangunan PPS, hingga kini sudah mencapai tahap melakukan berbagai rapat intern di panitia sembilan atau panitia pengadaan tanah Pemkab Sukabumi. Setelah rapat intern tim sembilan selesai, akan dilanjutkan pada teknis pembebasan lahannya yang dilakukan oleh Pemkab Sukabumi bersama PPNP dan tim konsultan independen.

“Teknis pembebasan lahan ini akan langsung disosialisasikan kepada masyarakat, sekaligus melakukan pendataan jumlah warga penggarap yang akan menerima uang pembebasan lahannya. Tanah, rumah berikut tegakan pohon, semuanya akan diganti. Kami sendiri, akan menyiapkan uangnya. Kita akan mengusahakan, pencairan uangnya ditransper langsung ke rekening masing-masing warga,” tutur Arief.

Arief menyebutkan, lahan yang akan dibebaskan pada tahap pertama, yakni seluas 8,2 hektare. Lahan tersebut merupakan lahan garapan warga dari mulai Kampung Cemara hingga Kampung Rawakalong yang umumnya berada di pinggir pantai. Pembebasan lahan 8,2 hektare itu, untuk pembangunan dermaga samudra berserta kolamnya. “Lahan seluas itu, cukup untuk membuat dermaga dan kolamnya yang merupakan sarana vital dalam pembangunan PPS,” katanya.

Sementara untuk pembangunan gedung perkantoran dan sarana lainnya, lanjut dia, nanti akan ditempatkan di lahan Pertamina seluas 8,8 hektare yang lokasinya masih di Jln. Pelita. Hanya saja, dikarenakan pembebasan lahan Pertamina harus melakukan eksekusi lahan terlebih dahulu, sehingga pembebasan lahannya memerlukan waktu yang relatif lama.

“Bahkan rencana eksekusi lahannya, sampai sekarang belum ada kejelasan. Dari pada menunggu lama, lebih baik mendahulukan pembebasan tanah garapan warga dulu,” tutur Arief.

Ia menambahkan, anggaran untuk pembebasan lahan PPS seluruhnya seluas 17 hektare, mencapai sebesar Rp 25 miliar. Sedangkan total anggaran untuk pembangunan PPS, secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp 415 miliar. “Anggaran sebesar itu perkiraan yang lama, mungkin sekarang bisa lebih besar lagi,” kata Arief. (A-67/das)***

Baca Juga

Warga Terdampak BIJB Diberi Pelatihan Basic Cargo

MAJALENGKA, (PR).- Sebanyak 25 orang lulusan SMK sederajat asal Kecamatan Kertajati, atau yang terdampak oleh Bandara Internasional Kertajati, diberikan pelatihan basic cargo oleh Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Hal ini dilakukan agar kelak mereka bisa bekerja di bidang cargo BIJB.

SEJUMLAH  aktivis lingkungan di Kabupaten Karawang menanam bibit mangrove di Pantai Tanjungbaru, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, 26 Februari 2015 lalu. Kini  mangrove yang ditanam itu dilaporkan mati akibat sering diterjang gelobang pasang air l

30.600 Ha Hutan Mangrove Rusak, Ini yang Bisa Dilakukan

CIKARANG, (PR).- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat, dari 32.000 hektare hutan mangrove yang ada di Jawa Barat, hanya 1.400 hektare yang kondisinya baik. Sebanyak 30.600 hektare sisanya dinyatakan rusak parah.