Jika Dimadu Bisa Dipecat

PNS Perempuan Harus Hati-Hati

JAWA BARAT

CIAMIS,(PRLM).- Pegawai Negeri Sipil (PNS) perempuan yang mau dimadu atau menjadi istri ke-2 harus hati-hati. Sebab berdasarkan PP nomor 145 Tahun 1990, yang bersangkutan bisa terancam dipecat.

“Sampai saat ini memang masih banyak PNS perempuan yang belum memahami aturan tersebut. Sesuai dengan aturan, ancamannya bisa dipecat dari jabatannya sebagai PNS. Sampai sekarang kami juga belum pernah menerima pengaduanPNS Perempuan yang menjadi istri kedua,” tutur Kepala Bidang Pengembangan Karir (Bangrir) Badan Kepagawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Ciamis, Aep Sunendar, Selasa (2/8).

Dia mengatakan sanksi PNS perempuan yang terbukti menjadi istri kedua, diatur dalam Pasal 15 ayat (2) PP nomor 45 tahun 1009, pada intinya yang bersangkutan dijathuhi hukuman disiplin pemberhentian tidak dengan hromat, atau kata lain dipecat. Sedangkan untuk PNS pria yang akan beristri lebih dari seorang wajib memmeroleh izin terlebih dahulu dari dari pejabat atasannya. “Untuk PNS perempuan atau wanita tidak diizinkan menjadi istri kedua/ketiga atau keempat dari PNS,” tegasnya.

Aep mengatakan PNS baik perempuan atau pria yang hendak cerai harus mengajukan permintaan secara tertulis. Dalam surat permohonannya harus berisi alasan lengkap tentang alasan yang mendasari diajukannya permintaan tersebut. Dia mengungkapkan saat ini beberapa PNS yang melakukan perceraian tanpa terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari Bupati. “Akibat tindakannya itu, yang bersangkutan mendapatkan sanksi disiplin. Apakah sanksi disiplin berat atau sedang, tergantung pada alasan perceraian,” tuturnya.

Sampai dengan bulan Juli 2011, BKDD sudah mengeluarkan sebanyak 21 izin perceraian, sembilan di antaranya dalam proses. Pengajuan izin cerai yang diajukan, tambahnya, belum tentu dikabulkan, karena harus dilihat alasan pengajuan perceraiannya. Dia mengatakan bahwa banyak sekali hal yang perlu dijadikan bahan pertimbangan untuk mengabulkan atau menolak pengajuan izin cerai PNS.

“Ada satu yang tidak dikabulkan karena alsannya yang tidak kuat dan tidak meyakinkan. Selain izin cerai, tahun ini ada tiga pegawai yang mendapat hukuman penurunan pangkat karena alasan disiplin biasa,” tutur Aep.(A-101/A-26).***

Baca Juga

Pedagang Daging Sapi Masih Mogok Jualan

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Pemasok sapi H. Elan Suherlan mengatakan, dampak dari pengurangan kuota pengiriman sapi ke Tasikmalaya berimbas terhadap kenaikan daging sapi di pasaran. Kondisi ini bisa mengacaukan distribusi sapi dari pemasok Kabupaten Subang dan Malangbong Kabupaten Garut.

Kekeringan Dampak El Nino dan Kebiasaan Buruk Petani

JAWA BARAT

SUMEDANG, (PRLM).-Kekeringan yang melanda areal pesawahan di Kabupaten Sumedang pada musim kemarau tahun ini, selain karena pengaruh El Nino (musim kering berkepanjangan), juga dampak kebiasaan buruk “dulik” (ngadu milik/ atau mengundi nasib).

Ditahan, Tersangka Penyimpangan Program Penanaman Pohon Mangvore

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Kejaksaan Negeri Subang menahan satu dari dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyimpangan pada program penanaman mangrov di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Subang. Selasa (4/8/2015) sekitar pukul 16.30 WIB.

Warga Terbelah Soal BIJB Kertajati, Empat Rumah Dirusak

JAWA BARAT

MAJALENGKA, (PRLM).- Empat rumah warga Blok Jumat, Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka dirusak masa, Rabu (5/8/2015). Pelakunya diduga warga setempat yang tidak menyetujui pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).