PT KAI Luncurkan Kereta Pustaka

JAKARTA, (PRLM).- Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PT KAI (Persero) segera meluncurkan gerbong Kereta Pustaka bersama dengan Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata di Stasiun Kota, Tamansari, Jakarta Barat.

Wakil Kepala Divisi Hertage PT KAI, Atik Palwani, mengatakan kereta tersebut mulai 9 September mendatang akan mengadakan tur di delapan stasiun di Pulau Jawa, yaitu stasiun Bandung, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Surabaya, Madiun, Solo Balapan, dan Yogyakarta.

"Kereta akan berangkat tanggal 9 September, digandeng dengan Argo Parahyangan menuju Stasiun Bandung," ujar Atik Palwani di Stasiun Kota, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa.

Kereta Pustaka ini, ujar Atik Palwani, akan berhenti selama seminggu di masing-masing stasiun, kemudian akan mengadakan pameran perkeretaapian di stasiun tersebut.

"Salah satu yang dipamerkan adalah dokumentasi cagar budaya berupa rel kereta api dan stasiun di Jawa Barat dan Jawa Tengah," lanjutnya.

Selain itu Kereta Pustaka ini juga akan diisi dengan berbagai buku, sehingga juga berfungsi sebagai perpustakaan.

Atik juga menambahkan bahwa pameran ini diharapkan dapat mensosialisasikan peninggalan sejarah perkeretaapian yang memegang peran penting dalam perkembangan Indonesia pada waktu lampau. (A-26).***

Baca Juga

Pemerintah Seluruh Dunia Bertekad Kejar Penghindar Pajak

WASHINGTON, (PR).- Pemerintah di seluruh dunia bertekad untuk mengejar orang kaya, kuat dan terkenal yang membuka rekening bank di luar negeri untuk menyembunyikan harta mereka dan kemungkinan menghindari pajak, demikian reaksi yang segera datang atas laporan hasil penyelidikan besar-besaran para

Puluhan Perempuan Mantan TKI Kembangkan Usaha Kripik

SRAGEN, (PR).- Para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Buruh Migran Indonesia yang kembali ke Tanah Air tidak sedikit nasibnya tidak menentu. Beberapa dari mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan dan bahkan sulit memperoleh pekerjaan.

Pengampunan Pajak Naikkan Devisa Negara

JAKARTA, (PR) Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak atau Amnesti Pajak (Tax Amnesty) yang akan segera dibahas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dipastikan akan menaikkan devisa dalam jumlah yang besar.