Materi MOS Rata-rata Tidak Mendidik

SUMBER, (PRLM).- Masa orientasi siswa (MOS) yang diselenggarakan Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Cirebon yang waktunya beragam antara tiga hari hingga satu minggu berlangsung pada pekan ini rata-rata materinya tidak mendidik calon siswa baru.

"Rata-rata masa orientasi siswa itu masih mengadopsi produk lama yang tidak jauh dengan perpeloncoan. Banyak materi yang sangat tidak mendidik dan tidak berguna bagi calon siswa baru," kata Sekretaris LSM Peduli Pendidikan dan Kesehatan, Yan Mulyana Saja, di Sumber, Jumat (22/7).

Menurut Yan, seharusnya kepala sekolah dan guru terus memberikan pengarahan agar materi MOS itu benar-benar berisi sehingga manfaatnya terasa oleh siswa baru. Namun, kenyataannya saat ini banyak materi yang sesungguhnya tidak berguna. Keluhan dari sebagian orang tua ini harus disampaikan kepada pihak yang terkait, lanjut Yan. Karena, banyak materi yang tidak mendidk.

Dia mencontohkan, siswa diharuskan ngedot, rambut diikat kecil-kecil pakai tali rapia warna-warni dan lainnya. Belum lagi disuruh mencari makanan dan buah-buahan yang aneh-aneh.

Dikatakan, kalau bermaksud mendidik siswa baru agar kreatif, sebaiknya tidak usah dilakukan dengan cara-cara yang cenderung membuat mereka susah. "Para orang tua sadar wajib belajar sembilan tahun saja, itu sudah sangat beruntung sehingga untuk mereka yang mau sekolah jangan sampai ketakutan menghadapi MOS," kata Yan.

Sementara itu, Achwan Wisnu Saputra, salah satu orang tua siswa mengaku sangat tersiksa dengan adanya MOS yang materinya kebanyakan nyeleneh. Ketika putrinya meminta dicarikan sesuatu yang sulit dicari atas perintah seniornya. "Anak saya disekolahkan itu agar dia berbudi luhur, berakhlak mulia dan pintar, jangan malah disuruh kayak orang gila. Tidak ada artinya itu," kata Achwan.

Ahwan berpendapat, pada saat MOS semestinya yang lebih diperbanyak materi yang benar-benar bersentuhan dengan patriotisme, disiplin, penggemblengan akhlak dan sedikit permainan agar tidak jenuh. (A-146/das)***

Baca Juga

KNS X Rekomendasikan Arung Sejarah Bahari

JAKARTA,(PR).- Konferensi Nasional Sejarah (KNS) X tahun 2016 menghasilkan sejumlah rekomendasi bagi pemerintah. Salah satu rekomendasi dari KNS yang berlangsung sejak 7-10 November 2016 tersebut ialah terkait Arung Sejarah Bahari (AJARI).

Guru Besar FIB Unpad Dudih A Zuhid Meninggal Dunia

BANDUNG, (PR).- Purnabakti Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Dudih Amir Zuhud meninggal dunia, Senin, 21 November 2016 malam. Profesor kelahiran Banjar ini mengembuskan nafas terakhir dalam usia 77 tahun.

Ini Dia Empat Karakter Guru Favorit Siswa

Setiap tanggal 25 November merupakan perayaan Hari Guru Nasional di Indonesia . Bentuk perayaannya pun beranekaragam, mulai dari para siswa yang menyalami semua guru di sekolah tersebut, hingga mencuci kaki para guru yang dilakukan langsung oleh para siswanya.