Warga Blender Temukan Benda Purbakala, Sebuah Bejana Kuno

PENEMUAN benda purbakala berupa bejana dan bata kuno dengan panjang 30 cm dan lebar 15 cm di Desa Blender, Kec. Karangwareng, Kab. Cirebon, menimbulkan tanya. Sang penemu Katrap (55 tahun) berkeyakinan masih banyak benda yang terkubur di areal persawahan
JOHAN/KC/PRLM
PENEMUAN benda purbakala berupa bejana dan bata kuno dengan panjang 30 cm dan lebar 15 cm di Desa Blender, Kec. Karangwareng, Kab. Cirebon, menimbulkan tanya. Sang penemu Katrap (55 tahun) berkeyakinan masih banyak benda yang terkubur di areal persawahan tersebut.*

SUMBER, (PRLM).- Sebuah bejana kuno berukuran 30 x 15 centimeter yang diduga salah satu benda purbakala ditemukan warga di persawahan Desa Blender, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon. Namun, hingga Minggu (10/7) belum ada dinas terkait yang meninjau temuan tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, temuan benda tersebut berawal saat Katrap (55) yang juga pekerja Museum Karya Budaya Sakti di Desa Kubangdeleg, Kec. Karangwareng, milik M. Thamrin, sedang menggali akar jati yang berusia cukup tua. Tidak disengaja cangkul yang digunakannya mengenai benda keras yang kemudian diketahui berupa bata kuno kerajaan tempo dulu.

Didorong rasa penasaran penggalian dilanjutkan, Katrap juga menemukan lubang besar cukup dalam. M. Thamrin, pemilik museum benda purbakala mengungkapkan, Sesuai catatan sejarah, tidak ada situs di kawasan tersebut, namun, temuan Katrap bisa jadi mengungkap sejarah adanya manusia zaman dulu yang membangun rumah dengan bata dan peralatan rumah tangga lainnya.

Thamrin mengakui, Kartap telah melaporkan temuan itu kepadanya. Setelah dilakukan penggalian lebih dalam, ditemukan bejana kuno. "Selanjutnya saya melaporkan temuan ini kepada pemerintah daerah dan Balai Arkeologi Bandung," katanya.

Dikatakan, arkeolog dalam waktu dekat akan melakukan peninjauan dan penelitian untuk memastikan bangunan dan benda purbakala hasil temuan anggota pengurus museumnya itu.

Disebutkan, di samping bejana berusia sangat tua, Thamein mengaku yakin di dalam tanah yang tertimbun masih banyak lagi benda bersejarah lainnya. Bata yang ditemukan cukup berat dan tanah yang dibakar murni tanpa campuran semen.

Thamrin tidak mengetahui jika benda kuno tersebut terkait dengan salah satu kerajaan di wilayah Cirebon. Karena,. berdasarkan sejarah dan cerita sesepuh desa tidak ada kerajaan di daerah sekitar penemuan benda purbakala tersebut.

Agar bisa diketahui secara pasti, diserahkan kepada arkeolog dari Bandung yang akan melakukan penelitian langsung. Kuwu Desa Blender, Yaya Warya, membenarkan penemuan benda purbakala yang membuat geger warganya. Dia mengaku telah melakukan koordinasi dengan musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) untuk menyikapi temuan tersebut.(A-146/C-16/das)***

Baca Juga

Kekerasan Anak dan Perempuan di Kota Sukabumi Meningkat

SUKABUMI, (PR).- Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Sukabumi menyebut kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan semakin meningkat. Sampai dengan Agustus ini terdapat 147 kasus.

200 Layang-layang Meriahkan Langit Pantai Batu Namprak

PALABUHANRATU, (PR).- Festival Layang-layang turut mewarnai Ciletuh Pelabuhanratu Geopark Festival 2016, Sabtu dan Minggu, 27-28 Agustus 2016 di Pantai Batu Namprak, Ujung Genteng, Kec. Ciracap Kab. Sukabumi. Sebanyak 200 layang-layang diterbangkan peserta dari enam negara.

Irigasi Jebol, Sawah Terancam Kekurangan Air

CIAMIS,(PR).- Tidak mampu menahan derasanya aliran air , paska turun hujan lebat, saluran irigasi Cikumuntir, Lingkungan Bolenglang, Kertasari, Ciamis jebol. kejadian itu mengakibatkan puluhan hekatre persawahan dan tidak kurang dari seratus kolam ikan terancam kekurangan air.