Headlines
Program Akademi Kepemimpinan Internasional di Forth Worth AS

15 Siswa SMP/SMA Terpilih Mewakili Kota Bandung

BANDUNG, (PRLM).- Lima belas siswa SMP dan SMA terpilih mewakili Kota Bandung dalam program Akademi Kepemimpinan Internasional (International Leadership Academy) di Forth Worth, Texas, Amerika Serikat, 16-31 Juni mendatang.

Karena seluruh beban biaya menjadi tanggung jawab orangtua masing-masing peserta, praktis hanya anak dari kalangan berada dan pejabat saja yang bisa terpilih menjadi peserta program yang termasuk dalam agenda Sister City antara Kota Bandung dengan Kota Forth Worth ini.

Pelepasan keberangkatan rombongan yang didampingi dua orang guru tersebut dilakukan oleh Wakil Walikota Ayi Vivananda di Ruang Tengah Balai Kota, Jumat (8/7). Dalam pantauan “PRLM” setidaknya ada putri tiga pejabat yang menjadi peserta, yakni putri Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Prijo Soebiandono, putri Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kota Bandung Dandan Riza Wardhana, dan putri Wakil Bupati Bandung Barat Ernawan Natasaputra.

Kepala Bagian Pemerintahan Umum Kota Bandung Medi Mahendra mengungkapkan, pembiayaan peserta program Sister City memang menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing orangtua yang lolos seleksi. Untuk keperluan selama berkegiatan di Texas, biaya dipatok sebesar 750 dollar, atau hampir setara dengan Rp 7 juta. Uang sejumlah itu belum termasuk biaya perjalanan pergi-pulang yang juga ditanggung orangtua.

“Peminat awal 40 orang lalu menyusut menjadi 25 orang karena pertimbangan beban biaya. Dari 25 orang menjadi sekarang 15 orang, seleksi benar-benar dilakukan meliputi kemampuan berbahasa Inggris, nilai akademik, dan penguasaan keterampilan seni-budaya. Jadi, meskipun dibatasi kemampuan orangtua menanggung biaya secara pribadi, tetap ada seleksi yang sehat dalam keputusan akhir,” tuturnya.

Medi mengakui, idealnya seluruh biaya dalam program Sister City ini ditanggung Pemkot sehingga memungkinkan siswa-siswi yang cakap dari kalangan menengah ke bawah bisa ikut bersaing. “Idealnya memang Pemkot yang menanggung biaya. Ke depan, kami akan menggagas hal itu sehingga diharapkan akses terhadap program ini akan terbuka lebar dan siapa saja bisa bersaing,” ucapnya. (A-165/das)***

Komentari di Facebook !