Agar Bisa Memantau Pergerakan Nilai Terendah

Penerimaan PPDB Hari Terakhir di Kota Bekasi Berlangsung Ramai

PENDIDIKAN

BEKASI, (PRLM).-Hari terakhir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMP dan SMA/SMK melalui jalur online di Kota Bekasi, Rabu (6/7), berlangsung ramai. Mayoritas orang tua siswa sengaja mendaftarkan anaknya pada hari terakhir supaya dapat memantau pergerakan nilai batas terendah di sekolah yang dituju.

Salah satunya ialah Ny. Niko (43). Ibu dari Michael ini sengaja menunggu sampai hari pendaftaran terakhir sebelum menentukan akan menyekolahkan sang anak di SMAN mana.

Sejak hari pertama pendaftaran dibuka, ia aktif memantau pergerakan nilai di tiap-tiap sekolah. Sadar nilai sang anak pas-pasan -hanya 26,6- ia pun mengubur impian menyekolahkan anaknya di sekolah favorit. "Cari yang aman saja, yang sekiranya anak saya bisa masuk. Asal negeri," katanya saat mendaftar di SMAN 1 Kota Bekasi.

Pilihan pun akhirnya dijatuhkannya pada SMAN 18 Kota Bekasi. Walaupun baru membuka penerimaan siswa baru pada tahun ajaran 2011/2012 ini, ia tak khawatir dengan kualitas pendidikan yang akan diperoleh anaknya.
"Pengajarnya berasal dari SMAN 1 Kota Bekasi, pastinya bagus," katanya lagi.

Namun tak banyak yang berpikiran sama seperti Ny. Niko. Buktinya, di hari terakhir pendaftaran, seperti terpampang di website www.bekasi.siap-psb.com pendaftar di sekolah yang nantinya akan menumpang sementara di SD Pendidikan Bina Setia Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur itu hanya sebanyak 51 orang. Padahal daya tampung yang tersedia sebanyak 95 kursi, belum termasuk 6 kursi lain untuk pendaftar dari luar Kota Bekasi.

Menurut Nani, salah satu petugas pendaftaran, animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMAN 18 Kota Bekasi masih minim. Sejak pertama kali dibuka, pendaftar hanya sedikit dan tetap stabil hingga hari terakhir.
"Seperti saling tunggu karena mengingini bisa dapat sekolah lain yang lebih bagus. Wajar kalau masih belum banyak yang percaya pada sekolah bentukan baru ini," kata pengajar SMAN 1 Kota Bekasi yang nantinya mengajar juga di SMAN 18 Kota Bekasi ini.

Peningkatan animo pendaftar mulai terasa di SMAN 17 Kota Bekasi. Sekolah yang membuka penerimaan tahun keempat ini menerima sedikitnya 223 pendaftar. Ada pun kuota yang tersedia sebanyak 189 kursi ditambah 13 tempat lain untuk pendaftar asal luar Kota Bekasi.

Barnas, pengajar setempat yang juga bertugas di meja pendaftaran menduga kepercayaan masyarakat pada sekolah tersebut sudah mulai muncul meskipun hingga kini belum memiliki gedung mandiri. Pelajar SMAN 18 Kota Bekasi selama ini menumpang belajar di SMAN 3 Kota Bekasi.

"Wajar yang seperti ini dialami sekolah perintis. Tapi setelah kami meluluskan angkatan pertama dan hasilnya cukup membanggakan, kepercayaan masyarakat pun mulai muncul," katanya. Apalagi dalam waktu dekat gedung mandiri di daerah Cikunir sudah rampung dan dapat segera digunakan. (A-184/kur)***

Baca Juga

Siswa Menyaksikan Demo Ekstra Kurikuler

PENDIDIKAN
SEJUMLAH siswa menyaksikan demo ekstra kurikuler (ekskul) taekwondo, pada demo kegiatan ekskul SD Darul Hikam, Jalan Juanda, Kota Bandung, Kamis (6/8/2015). Demo yang diikuti dua belas kegiatan ekskul itu, untuk mengenalkan berbagai ekskul sekolah yang bi

Disdik Ciamis dan Alfamart Resmikan Program Ritel untuk Pelajar

PENDIDIKAN

CIAMIS, (PRLM).- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang membawahi minimarket Alfamart, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Ciamis meresmikan program pendidikan ritel. Untuk pertama kalinya di Ciamis kerjasama tersebut diterapkan di SMKN 1 Ciamis.

Dua Siswa SMK Pelayaran Jadi Korban MOS

PENDIDIKAN

SOLO, (PRLM).- Masa Orientasi Siswa (MOS) untuk Pendidikan Dasar Ketarunaan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran "Pancasila", Kartasura, ditengarai terjadi tindak kekerasan terhadap siswa baru.

PTS Menjerit, Biaya Akreditasi Tinggi

PENDIDIKAN

SOREANG,(PRLM).- Para perguruan tinggi swasta khususnya bidang keperawatan dan kebidanan menjerit karena biaya akreditasi yang tinggi.

Untuk sekali proses akreditasi bisa mencapai Rp 70 juta sampai Rp 80 juta yang diadakan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).