Headlines

Bunga Bangkai Raksasa yang Langka Muncul di Kebun Raya Bogor

KISMI DWI ASTUTI/"PRLM"
KISMI DWI ASTUTI/"PRLM"
Seorang petugas keamanan Kebun Raya Bogor menunjukkan sekuntum bunga bangkai Amorphophallus titanum yang masih kuncup di kawasan Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Minggu (3/7). Bunga bangkai yang tergolong langka dengan ketinggian saat ini baru 1,28 cm ini mengundang perhatian sejumlah pengunjung Kebun Raya Bogor. *

BOGOR, (PRLM).- Sekuntum bunga bangkai Amorphophallus titanum muncul di kawasan Kebun Raya Bogor, Ahad (3/7). Meski kondisinya masih kuncup, kemunculan bunga bangkai raksasa ini menarik perhatian sebagian besar pengunjung Kebun Raya Bogor.

Kasubag Jasa dan Informasi Kebun Raya Bogor, Rismita Sari yang ditemui "PRLM" mengatakan bunga bangkai jenis ini termasuk langka karena jumlahnya sangat sedikit. Hal ini juga dikarenakan pembentukan biji bunga bangkai sangat sulit sehingga cukup sulit mengembangbikannya. Saat ini ketinggian buang bangkai raksasa yang tergolong langka mencapai 1,28 meter.

"Kemungkinan masih bisa berkembang dan bertambah tinggi karena saat ini sludang (pelepah) bunga masih menempel di bunga. Hal ini menunjukkan bunga bangkai ini masih agak lama mekarnya," kata perempuan yang biasa dipanggil Mita ini.

Kemunculan bunga bangkai yang habitat aslinya berada di Sumatera ini baru diketahui pada Minggu (3/7) pagi oleh petugas KRB. Saat itu, posisi kuncup bunga masih tertutup tanaman lainnya. Agar dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung, maka sejumlah tanaman yang menutupi bunga bangkai ini dibabat hingga bunga bangkai terlihat dari bawah. Sebab, bunga bangkai ini berada di lereng bukit kecil yang ada di Kebun Raya Bogor.

Umbi bunga bangkai ini, lanjut Mita sengaja ditanam di daerah lereng agar sesuai dengan habitat aslinya sehingga bisa berkembang dengan baik. Bunga bangkai jenis ini berdasarkan habitatnya tumbuh di lereng sungai, tanah lempung, dan bebatuan dengan penutupan canopy 85 persen atau tidak banyak cahaya matahari yang masuk.

Bunga bangkai ini juga akan tumbuh dengan baik di lokasi yang berkelembaban tanah 80 persen, kelembaban udara 78 persen, serta pH tanah 5,8. Petugas juga memasang pagar dari tali tambang agar pengunjung tidak merusak bunga saat melihatnya dari dekat.

Menurut Mita, pihaknya belum mengetahui identitas asal muasal bunga bangkai ini dengan jelas. Namun, diperkirakan bunga ini masih "bersaudara" dengan bunga bangkai yang mekar pada Januari 2010 lalu di KRB juga. "Ekspedisi pengambilan umbi bunga bangkai dari Pagar Alam Sumatera Selatan diperkirakan sama. Jadi, kemungkinan yang ini pun sama dengan bunga bangkai yang mekar tahun lalu," katanya.

Tahun lalu, bunga bangkai yang mekar setinggi hampir dua meter dan mengundang perhatian berbagai pihak, terutama para peneliti dari Jepang. "Karena bunga ini memang asli milik Indonesia dan hanya ada di Sumatera, makanya peneliti dari luar negeri sangat antusias karena di negara mereka enggak ada. Mereka menilai bunga ini eksotis, terutama saat mekarnya," tutur Mita. Di KRB sendiri ada sekitar lima koleksi bunga bangkai jenis ini. Namun, tidak semuanya mekar. Sementara kebun raya lain yang juga memiliki koleksi yang sama di daerah Jawa yakni di Kebun Raya Cibodas.

Beberapa negara seperti Australia, Amerika, dan Jerman juga memiliki koleksi bunga bangkai jenis ini. Hanya saja, menurut Mita, hanya koleksi di Australia yang jelas asal-usulnya. Untuk koleksi yang ada di Amerika dan Jerman, tidak tercatat dari mana umbi bunga bangkai itu diambil. Diperkirakan bunga ini akan mekar secara penuh paling tidak dalam waktu dua pekan lagi.

Mekarnya bunga ini juga diprediksi Mita akan mengundang perhatian para peneliti dari luar negeri karena peristiwa mekarnya bunga bangkai ini cukup langka. Pemantauan "PRLM" di lokasi, sejumlah pengunjung baik lokal maupun mancanegara cukup antusias melihat kuncup bunga bangkai ini. Apalagi, kemunculan kuncup bunga bangkai ini bertepatan dengan hari libur saat pengunjung Kebun Raya Bogor padat. (A-155/das)***