Kompetisi Muatan Roket Diikuti 40 Tim

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) kembali digelar, rencaananya berlangsung mulai 25-27 Juni 2011 di Bantul, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Ajang kompetisi prestasi di bidang rancang bangun muatan roket ini diikuti sebanyak 40 tim terseleksi dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Pembukaan Komurindo dijadwalkan dilakukan di Pantai Pandansimo Bantul pada 26 Juni 2011 pukul 6.45 WIB. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Kemdiknas) Djoko Santoso menuturkan, tujuan ajang ini adalah untuk mengukur sejauh mana kemajuan universitas dalam menguasai dan mengembangkan teknologi pada bidang peroketan.

"Kegiatan ini menyiapkan bibit unggul ahli peroketan yang mempelajari teknologi kedirgantaraan, khususnya peroketan," katanya di Gerai Informasi dan Media (GIM) Kemdiknas Senayan Jakarta, Kamis (23/6).

Komurindo yang digelar untuk ketiga kalinya sejak 2008 ini diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Pemerintah Kabupaten Bantul, dan Akademi Angkatan Udara (AAU).

Tema kompetisi pada tahun ini adalah "Attitude Monitoring and Surveillance". Peserta tim terdiri atas tiga mahasiswa dan satu dosen pembimbing. Tim juri dari Universitas Indonesia (UI) Wahidin Wahab mengatakan, ada tiga tahap pengujian, yaitu uji fungsionalitas dan integrasi muatan, uji terbang muatan, dan presentasi data hasil uji terbang. "Setiap peserta wajib melakukan presentasi. Nilai tertinggi akan menjadi pemenang," ujarnya.

Sementara itu, tim juri dari Lapan Rika Andiarti menuturkan, muatan roket (payload) yang diterbangkan akan mengirimkan data perilaku roket selama terbang. Berbeda dengan tahun lalu, kata dia, untuk tahun ini muatan roket dilengkapi dengan kamera. "Gambar diambil dan dikirimkan ke ground station di bawah," ujarnya.

Adapun peserta yang lolos mengikuti kompetisi pada tahun ini di antaranya adalah tim EEPISky G-02 dari PENS, tim Arjuna S4D dari Unikom Bandung, tim Badjoel Idjo Rock'eat dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan tim Astronila 11 dari Lampung.

Berdasarkan catatan, pemenang pada tahun lalu berturut-turut juara I, II, dan III adalah Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Pelita Harapan, dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung. (A-94/das)***

Baca Juga

DPR Bentuk Tim Khusus Pemantauan UU Keistimewaan

NASIONAL

YOGYAKARTA,(PRLM).- Meski telah lama disahkan, pelaksanaan Undang-Undang Keistimewaan DIY masih terhambat dengan beberapa kendala terkait pelaksanaan teknis UUK, mulai masalah penyerapan anggaran, sampai kendala waktu dan perizinan yang selama ini dipegang oleh pusat.

Tak Ada Respons, Pengakuan Sutan Bhatoegana

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Direktur Centre for Bugdet Analisys,Uchok Sky Khadafi mengatakan,dirinya heran pengakuan Sutan Bhatoegana yang mengungkapkan adanya upaya korupsi yang nilainya Rp 4 triliun yang melibatkan Ibas, namun tidak ada satupun lembaga hukum dan politik yang mendorong terungkapnya kasus

ASEAN Akan Membentuk Jaringan Perlindungan Saksi

NASIONAL

YOGYAKARTA, (PRLM).- Sejumlah negara di ASEAN akan membentuk jaringan perlindungan saksi dan korban. Rencananya, pengukuhan jaringan ini akan dilaksanakan pada Agustus 2015 mendatang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ketua MPR Anggap Gatot Perwira yang Berprestasi

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan menilai bahwa Jenderal Gatot adalah perwira TNI yang berprestasi. "Pak Gatot saya kenal betul, banyak prestasinya.