Mabes TNI Masih Bahas Pengganti Kasad

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga kini masih membahas pengganti Jenderal TNI George Toisutta sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

Juru bicara TNI, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, mengatakan, Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Markas Besar Tentara Nasional Indonesia belum juga memutuskan nama penggantinya. "Tiga nama calon yang beredar hingga kini masih diproses," ujarnya.

Ketiga nama calon yang beredar itu, antara lain Letnan Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yang kini menjabat Panglima Komando Strategis dan Cadangan Angkatan Darat (Kostrad).

Pramono Edhie disebut sebagai calon terkuat menggantikan George Toisutta. Putra mantan Komandan Resimen Pasukan Khusus Angkatan Darat (RPKAD, kini Kopassus), Sarwo Edhie Wibowo (almarhum), yang juga adik Ibu Negara Hj. Ani Susilo Susilo Bambang Yudhoyono itu dinilai pantas menduduki kursi nomor satu di matra darat.

Ia pernah menjabat sebagai ajudan presiden pada era Megawati Soekarnoputri. Pramono juga pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) pada 2008-2009.

Lulusan terbaik Akademi Militer angkatan 1980 itu juga sempat menduduki posisi Pangdam Siliwangi di Jawa Barat pada 2009 sebelum menjabat sebagai Pangkostrad pada 2010.

Nama lain yang dibicarakan sebagai calon Kasad adalah Letjen TNI Budiman yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kasad.

Budiman merupakan lulusan terbaik Akademi Militer angkatan 1978. Budiman mengawali karier di TNI sejak 1 Desember 1978. Pria kelahiran Jakarta, 25 September 1956, tersebut pernah mengemban beberapa jabatan penting dan strategis, diantaranya Komandan Batalyon Zeni Tempur-10 Kostrad pada 1995, Pangdam III Siliwangi pada 2003, serta Perwira Staf Ahli Tk III Bidang Polkamnas Panglima TNI 2008.

Ia juga pernah diangkat sebagai Pangdam IV/Diponegoro setelah menjabat Sekretaris Militer Kepresidenan pada 2008.

Selain itu, ada satu nama lain yang dinilai layak menjadi Kasad, yakni rekan satu angkatan Budiman, Letjen TNI Marciano Norman, yang saat ini menjabat sebagai Komandan Kodiklat TNI di Bandung.

Marciano yang kelahiran Banjarmasin 28 Oktober 1954 juga memiliki karier cukup cemerlang.

Putra mantan Panglima Komando Daerah Militer Jakarta Raya (Pangdam Jaya), Mayjen TNI (Purn) Norman Sasono (almarhum), ini pernah menjabat sebagai Direktur Analisa Lingkungan Strategis di Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan.

Ia juga sempat menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden pada 2008 sebelum diangkat sebagai Pangdam Jaya 2010.

Terkait ketiga calon tersebut, Iskandar Sitompul mengatakan, "Tiga-tiganya jenderal bintang tiga dan sama-sama senior, dan berpeluang untuk menjabat Kasad," ujarnya. (A-26/ant).***

Baca Juga

Abraham Samad Urung Ditahan

NASIONAL

MAKASAR, (PRLM).- Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, urung ditahan oleh Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), setelah menjalani pemeriksaan pada Selasa (28/4/2015).

Abraham keluar dari kantor Polda Sulselbar selepas tengah malam.

KRI Banjarmasin-592 Ikuti World Expo Milano 2015

NASIONAL

SURABAYA, (PRLM).- Satu hari menjelang keberangkatan untuk melaksanakan operasi Kartika Jala Krida (KJK) yaitu pelayaran muhibah ke luar negeri dalam rangka mengikuti ajang internasional World Expo Milano (WEM) 2015 di Genoa, Italia, KRI Banjarmasin-592 yang dikomandani Letkol Laut (P) Rahmat Ar

Menteri PU-PR Dibawa Blusukan ke Lokasi Penyebab Banjir

NASIONAL

SOLO, (PRLM).- Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Jumat (1/5/2015) membawa Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Basuki Hadimuljono, blusukan ke kawasan pertemuan Kali Pepe dan Kali Anyar yang belum lama ini meluap dan menimbulkan banjir bandang.

Setiap Sakit, Keluarga Miskin Alami Distabilitas Ekonomi

NASIONAL

YOGYAKARTA, (PRLM).- Belanja atau pengeluaran biaya kesehatan keluarga/rumah tangga di Indonesia relatif rendah, rata-rata hanya 2,1 persen dari total konsumsi. Rumah tangga yang memiliki asuransi kesehatan, cenderung lebih besar pengeluaran biaya kesehatannya.