Headlines

Pembangunan Tiga Tol di Jabar Telah Dimulai

BANDUNG, (PRLM).- Terhitung sejak Jumat (20/5), projek pembangunan tiga tol di Jawa Barat telah dimulai. Ketiga tol tersebut adalah Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), dan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). Sebagai langkah awal, projek dimulai dengan pembebasan lahan untuk kebutuhan tiga tol tersebut.

Gubernur Prov. Jawa Barat Ahmad Heryawan menuturkan, kepastian dimulainya ketiga projek tersebut setelah Badan Usaha Milik Daerah Prov. Jabar yaitu PT Jasa Sarana dan Badan Pengelolaan Jalan Tol (BPJT) menandatangani perjanjian kerja sama (pks), Jumat (20/5) pagi. "Tadi pagi PT Jasa Sarana dan BPJT telah menandatangani pks-nya. Artinya, proses pembebasan lahan bisa dimulai hari ini juga," ujarnya kepada wartawan, di Gedung Negara Pakuan, Jln. Oto Iskandar di Nata No. 1, Kota Bandung, Jumat siang.

Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut merupakan puncak kerja sama antara Jabar dengan Kementrian Pekerjaan Umum yang ditandatangani Gubernur Jabar dan Menteri PU pada 28 Desember 2010 silam. Kerja sama tersebut dikhususkan pada pembebasan lahan di tiga tol tadi. "Totalnya mencapai Rp 2,8 triliun. Targetnya secepatnya. Apalagi untuk tol Cisumdawu karena tahap konstruksi harus dimulai tahun ini. Minimal sebagian dibebaskan dan pembangunan dimulai. Pembebasan lainnya bisa sambil jalan. Kami menargetkan, seluruh projek itu selesai dalam dua tahun," ujar Heryawan.

Beberapa waktu lalu, Direktur Utama PT Jasa Sarana Soko Sandi Buwono menuturkan, panjang BIUTR mencapai 27,3 km, tol Cisumdawu 60,1 km, dan tol Soroja 10,57 km. Terkait dana, Soko menjelaskan, anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan tanah tiga ruas tol mencapai Rp 2,3 triliun terdiri dari Rp 1,04 triliun untuk BIUTR, Rp 892 miliar untuk tol Cisumdawu, dan Rp 347,8 miliar untuk tol Soroja. Dana akan disetorkan secara bertahap sesuai kebutuhan akan dimulai Juni 2011.

Proyek tol seksi I pada ruas Cisumdawu merupakan tol yang diprioritaskan pembangunannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk menekan kemacetan di jalur Cadas Pangeran. Soko menuturkan, Kementrian PU melalui BPJT memang sedang menenderkan proyek ini dengan dana kontruksi dari pinjaman Pemerintah China senilai total 150 juta dolar AS.

Untuk seksi II Tanjungsari-Sumedang (17 km) di ruas tol Cisumdawu, dana yang disiapkan PT Jasa Sarana mencapai Rp 300 miliar. Sedangkan proses pembebasan lahan untuk seksi I Cileunyi-Tanjungsari (10 km) akan dilakukan secara bertahap. Pada 2011, perusahaan akan mengucurkan dana Rp 199 miliar. Pada 2012 sebesar Rp247 miliar. Total kebutuhan lahan untuk seksi I ini mencapai 288 hektare.

Soal BIUTR, lahan yang dibebaskan meliputi seksi Soekarno Hatta-Gedebage seluas 25 hektar dengan dana Rp270 miliar. Pada seksi Pasteur-Gasibu, lahan yang dibebaskan mencapai 4,4 hektar yang dilakukan bertahap yaitu Rp 5,37 miliar pada 2011 dan Rp 263,2 miliar pada 2012. Tol BIUTR didanai pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan nilai 150 juta dolar AS. Kontruksi dimulai di tahun 2012.

Untuk tol Soroja, pembebasan dilakukan bertahap juga. Tahap pertama dana yang dialokasikan mencapai Rp 199 miliar di tahun 2011 dan Rp 247 miliar untuk tahun 2012. Total lahan yang dibebaskan untuk tol Soroja mencapai 95 hektar. (A-128/kur)***

Customize This