Pembangunan Jalan Tol Bandung-Tasikmalaya Kemungkinan Terealisasi pada 2018

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Projek pembangunan jalan tol Bandung-Tasikmalaya sepanjang 90 km, kemungkinan baru terealisasi pada tahun 2018 mendatang. Namun itupun harus dengan syarat utama yang mesti dipenuhi dengan segera yaitu proses pembebasan lahan tanah.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan melalui Kepala Bappeda Jabar Deny Juanda Puradimadja, kepada wartawan via telepon selulernya, Kamis (19/5) petang. Rencana jalan tol Bandung-Tasikmalaya itu adalah satu dari sejumlah rencana yang diusulkan Pemprov. Jabar dalam Rapat Koordinasi Rakor dengan Menkobidperekonomian Hatta Rajasa, di Gedung AA Maramis II, Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta, Kamis siang.

Deny menjelaskan, usulan projek jalan tol itu telah diajukan ke pemerintah pusat. Untuk pembebasan lahan, Bappeda Jabar mengusulkan agar dana pembebasan lahan tidak memakai dana pemerintah, tapi melibatkan BUMD Jabar. "Usulan projek ini secara umum sudah masuk Bappenas sejak beberapa waktu lalu," ujarnya.

Secara rinci, projek jalan tol itupun akan disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Pengatur Jalan Tol sekitar enam bulan mendatang. Di tingkat lokal, rencana jalan tol tersebut memasuki pembahasan dalam Rencana Tata Ruang dan Rilayah (RTRW). "Khususnya untuk pembahasan pada kabupaten-kabupaten yang wilayahnya terlintasi ruas tol tersebut seperti Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, dan Kab Ciamis. Kalau untuk RTRW Jabarnya sudah," ujarnya.

Tol Bandung-Tasikmalaya tersebut, kata Deny, akan mengurangi beban jalan saat ini yaitu Bandung-Ciamis. Selain itu, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada koridor itu khususnya, dan Jabar umumnya.

Jalan tol Bandung-Tasikmalaya itu nantinya bakal terintegrasi dengan projek pengembangan sistem transportasi memakai pola ringroad. Rencananya ada dua ringroad yang berada di Metropolitan Bandung.

Kedua ring road akan menghubungkan banyak subpusat wilayah pembangunan. Ringroad-1 meliputi Sub Pusat Wilayah-1 (SPW-1) yang terdiri dari Lembang-Jatinangor/Tanjungsari Rancaekek/Cicalengka-Cicalengka-Banjaran/Pameungpeuk,Soreang/Katapang-Padalarang ngamprah-Lebang.
Sementara ring road dua meliputi Majalaya-Ciparay-Banjaran/Pameungpeuk-Pangalengan-Ciwidey-Cililin-Cipeundeuy di Kabupaten Bandung Barat.

Deny menuturkan, jalan tol Bandung-Tasikmalaya adalah bagian dari program "Pengembangan Sistem Transportasi Terpadu di Cekungan Bandung dalam skema pembangunan Metropolitan Bandung Area atau Bandung Metropolitas Area (BMA)2011-2025", yang dipaparkan Gubernur Jabar dalam rakor itu. Selain itu, ada juga pemaparan soal Bodebek dan Cirebon.

Ada beberapa hal lain yang disampaikan Gubernur, seperti rencana reaktivasi jalur kereta api di cekungan Bandung serta kereta gantung (cable car) Lembang-Bandung. "Untuk dua hal ini, pekan depan gubernur diminta memaparkan secara komprehensif di hadapan Presiden RI, pada sidang kabinet," kata Deny.

Gubernur juga menyampaikan sejumlah permasalahan seperti transportasi Metropolitan Bandung tentang kebutuhan sistem terpadu, restrukturisasi ruang, manajemen kebutuhan lalu lintas dan restrukturisasi tarif. Dari sistem kelembagaan pun mesti ada pengaturan soal pendanaan, deregulasi peraturan, reorganisasi, dan peningkatan sumber daya manusia.

Usulan lainnya yaitu tentang sistem transportasi yang handal dan terpadu di Metropolitan Bandung Area, penataan dan pengembangan transportasi angkutan bus umum, kereta api dan pengendalian kendaraan pribadi, pengembangan sistem transportasi di Metro Bandung dengan pendekatan model hybrid. "Yaitu pengembangan sistem transportasi kota inti Bandung-Cimahi dan Integrated public transport," ujarnya. (A-128/das)***

Baca Juga

Perampokan Emas Terjadi Lagi di KBB

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).- Perampokan emas oleh kawanan bersenjata api kembali menggegerkan warga Kabupaten Bandung Barat.

Selang tujuh minggu dari perampokan emas di Kecamatan Rongga, kini perampokan dengan motif serupa terjadi di Pasar Cijenuk, Kecamatan Cipongkor, Minggu (26/4/2015).

Limbah Pabrik dan Manusia Penuhi DAS Citarum di Kampung Pangkalan

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).- Daerah aliran Sungai Citarum yang berada di Kampung Pangkalan, Desa Cipendeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, penuh oleh limbah pabrik dan manusia. Ironisnya, sejumlah orang justru memancing dan mengonsumsi ikan di tempat itu.

Penggeledahan Distarcip Lebih dari 10 Jam

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Lebih dari 10 jam penyidik Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian Republik Indonesia, didampingi penyidik dari Direktorat Reserse dan Kriminal dan Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat, mendatangi kantor Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, di Jalan Cianjur, Kota

Prostitusi Daring

Manfaatkan Media Sosial Selain Facebook dan Twitter

BANDUNG RAYA
Manfaatkan Media Sosial Selain Facebook dan Twitter

BANDUNG, (PRLM).- Seorang mucikari prostitusi daring (online), Indra Cakra (33) mengaku sudah menjalani praktik prostitusi itu sejak September 2014. Itu mengapa praktik yang dijalankannya tak hanya menggunakan fasilitas ponsel.