BKC Pertanyakan Penurunan Anggaran Pembinaan Cabor dari Pemkot Tasikmalaya

NOVIANTI/"PRLM"
NOVIANTI/"PRLM"
Bandung Karate Club (BKC) Kota Tasikmalaya menerima keterangan dari Ketua DPRD Otong Koswara mengenai penurunan anggaran sekaligus dipertemukan dengan KONI di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya, Jln RE Martadinata, Kamis (19/5). *

TASIKMALAYA, (PRLM).- Ratusan anggota Bandung Karate Club (BKC) Kota Tasikmalaya berunjuk rasa mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya, Jln RE Martadinata, Kamis (19/5). Mereka mempertanyakan penurunan anggaran pembinaan cabang olah raga dari pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap 50 cabang olah raga yang bernaung dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya pada tahun 2011 ini.

Dalam aksinya, para anggota BKC melakukan karate dengan memecahkan genteng dan bata di depan gedung DPRD. Sebelumnya mereka melakukan konvoi menuju gedung DPRD. Mereka meminta kejelasan mengenai penurunan anggaran sekaligus dipertemukan dengan KONI. Beruntung, Ketua KONI Kota Tasikmalaya, Dr Ismarwan memenuhi keinginan massa dan ikut andil dalam aksi yang berujung audiensi tersebut.

Ketua Umum BKC Kota Tasikmalaya Jeni Tugistan, SH menuturkan, pemerintah Kota Tasikmalaya dinilai tidak memperhatikan bidang olah raga. Buktinya, pemkot hanya mengalokasikan anggaran yang sangat kecil dan tidak wajar. Setiap tahun jumlah anggaran yang diberikan pemkot semakin sedikit jumlahnya.

"Memang tiap tiap tahun ada, tetapi Cenderung turun. Pada tahun 2010 karena ada Porda alokasi untuk pembinaan cabor itu senilai Rp 1,5 miliar sekarang cuma Rp 250 juta. Sementara cabor itu ada 50. Setiap cabornya hanya kebagian Rp 3 juta," katanya. Dengan demikian, Jeni mendesak pemkot agar segera memperhatikan cabor melalui DPRD maupuan KONI.

Ketua KONI Dr Ismarwan mengatakan, pemerintah tahun ini mengucurkan dana pembinaan RP 250 juta. Rinciannya, Rp 100 juta untuk KONI dan Rp 150 juta untuk pembinaan prestasi 50 cabor. "Alokasi dana hanya segitu. Ada pun usulan anggaran tapi tidak disetujui oleh DPRD," katanya. Dia menagkui tidak bisa berbuat apa-apa, jumlah yang terrealisasi hanya Rp 250 juta.

Terkait minimnya anggaran pembinaan prestasi tersebut, Ketua DPRD Otong Koswara mengatakan, alokasinya tahun ini memang jumlahnya lebih sedikit. Selain itu, banyak alokasi anggaran pada bidang lainnya.

"Kenapa sedikit, karena PAD kita hanya Rp 35 miliar. Dan dana tersebut terserap oleh dana transitoris RSUD Tasikmalaya. Tapi kita punya keinginan. Melalui olah raga Kota Tasikmalaya ikut terangkat," ujarnya. (A-183/das)***

Komentari di Facebook !
Customize This