Masjid Harus Memberdayakan Masyarakat

USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
BUPATI Bandung Dadang Naser (berdiri) menyampaikan sambutannya pada pembukaan Musyawarah Daerah II Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bandung di Wisma Haji, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Kecamatan Soreang, Rabu (18/5). Kegiatan yang bertemakan Peningkatan Kualitas Kemakmuran Masjid Menuju Masyarakat Sabilulungan untuk memilih Ketua DMI Kabupaten Bandung.*

SOREANG, (PRLM).- Masjid-masjid harus bisa menjadi ajang untuk bisa memberdayakan masyarakat. Bahkan, kalau perlu tiap masjid harus memiliki stok pangan agar tidak ada daerah yang rawan pangan.

"Masjid-masjid merupakan tempat strategis untuk memberdayakan masyarakat sekitarnya. Masjid-masjid jangan sebatas untuk tempat salat," kata Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, saat membuka muysawarah daerah (musda) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kab. Bandung di Wisma Haji Soreang, Rabu (18/5).

Lebih jauh Dadang Naser mengatakan, masjid jangan kalah dengan NII KW 9 maupun aliran Islam yang menyimpang. "Masjid itu banyak dan tersebar di mana-mana sehingga harus bisa membendung gerakan NII KW 9 yang lebih banyak bersifat gerakan bawah tanah. Masa kita kalah sama dengan NII KW 9, aliran Islam menyimpang, maupun non Muslim," katanya.

Kemiskinan, kata bupati, merupakan kondisi yang harus bisa diantisipasi karena dekat dengan kekufuran. "Kalau bisa di tiap masjid diadakan banyak kegiatan termasuk pemberdayaan masyarakat. Kalau bisa di masjid-masjid disediakan beras siaga satu ton untuk menyantuni apabila ada bencana atau warga yang rawan daya beli." Katanya.(A-71/A-147)***

Komentari di Facebook !