Headlines
HERBAL: Sadagori

Perdu yang Memiliki Daya Penyembuh

DADANG SUTARJAN/"PRLM"
DADANG SUTARJAN/"PRLM"
SADAGORI, tanaman perdu yang memiliki daya penyembuh.*

SADAGORI (Sida rhombifolia L.) atau sidaguri merupakan tanaman yang banyak ditemukan di pinggir jalan, halaman berumput, hutan, ladang dan tempat-tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung. Tanam ini tersebar di seluruh dunia dari dataran rendah sampai ketinggian 1.450 meter di atas permukaan laut.

Tanaman kecil yang mempunyai nama keren yellow barleria dan orang Cina menyebutnya huang hua mu, ini termasuk perdu tegak yang banyak bercabang, tinggi dapat mencapai sekitar satu meter, dengan cabang kecil berambut rapat. Daun berbentuk bulat memanjang atau bentuk lanset yang letaknya banyak berseling, tepi bergerigi, ujung runcing, tulang daun menyirip dengan panjang 1,5 - 3 cm dan lebar 1 - 1,5 cm.

Bunga sadagori termasuk bunga tunggal, berwarna kuning cerah yang keluar dari ketiak daun, biasanya mekar pada tengah hari dan layu sekitar tiga jam kemudian. Buahnya terdiri dari 8 - 10 kendaga dengan ukuran diameter 6 - 7 mm. Akar dan kulit sadagori sangat kuat, biasanya dipakai untuk pembuatan tali. Perbanyakan tanaman ini dengan biji atau stek batang.

Sadagori memiliki sifat kimiawi dan efek farmakologis manis, pedas, dan sejuk. Herba ini merupakan anti radang, peluruh kencing (diuretik) dan menghilangkan sakit (analgetik). Sementara kandungan kimia antara lain, alkaloid, kalsium oksalat, tannin, saponin, phenol, asam amino, minyak terbang, alkaloid, steroid, ephedrine, dan banyak mengandung zat phlegmatic.

Dalam dunia pengobatan tradisional, sadagori digunakan sebagai obat luar dan obat dalam. Untuk mengetahui penyakit apa saja yang dapat diatasi menggunakan seledri, berikut beberapa ramuan yang Ki Suta dapatkan dari berbagai literature dan cerita orang-orang tua.

Rematik: Seluruh tumbuhan sadagori mulai dari akar, daun, batang dan bunga yang telah dikeringkan sebanyak 60 gram digodok. Cukup sehari satu kali satu gelas.

Asma: 60 gram akar sadagori ditambah 30 gram gula pasir, digodok dengan air lalu diminum. Disentri: 60 gram sadagori, 30 gram daun sendok (Plantago mayor), 15 gram cacabean (Polygonum hydropiper) digodok, lalu diminum.

TBC kelenjar leher: 60 gram sadagori ditim dengan daging, dimakan. Untuk obat luarnya, daun sidagori segar dilumatkan lalu ditempelkan ke tempat yang sakit.

Sakit gigi: ambil akar sadagori secukupnya, dicuci bersih dan langsung dikunyah.

Eksim: Seluruh tumbuhan sadagori ditambah air secukupnya, ditim dan diminum.

Bengkak karena tulang retak/patah: Setelah kedudukan tulang diperbaiki, ambil daun sadagori segar setelah dicuci bersih, dilumatkan dan ditempelkan pada tempat yang sakit/bengkak.

Bisul: 60 gram akar berikut batang sadagori ditambah 30 gram gula merah dan air matang secukupnya, ditim lalu diminum. Untuk luarnya, 5 jari akar sadagori dicuci dan ditumbuk halus, lalu diremas dengan air garam secukupnya, turapkan pada bisul lalu dibalut, lakukan sehari dua kali.

Luka berdarah: Akar sadagori segar secukupnya ditumbuk sampai halus, lalu ditempelkan pada luka. Perut mulas: Akar sadagori segar dan jahe dikunyah, airnya ditelan. (Ki Suta)***