BNI Luncurkan Call Center 500046

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk - BNI melakukan peningkatan kualitas layanan end to end bagi nasabah BNI, melalui peluncuran nomor telpon tunggal BNI Call 500046. Call center untuk one stop solution ini bertujuan untuk mempermudah nasabah seperti untuk transaksi atau keluhan layanan yang diharapkan menyelesaikan masalah nasabah.

"Dengan telepon banking ini diharapkan nasabah lebih percaya dengan produk dan layanan BNI sehingga akan menambah jumlah dana yang disimpan di bank tersebut," kata Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, saat peluncuran BNI call 500046 di Jakarta, Kamis (5/5).

Dikatakan, dalam tiga tahun terakhir call center BNI sudah mendapat penghargaan excelent dan pada 2010 layanan banking BNI sudah mendapat peringkat lima atau meningkat dari posisi delapan di tahun sebelumnya. "Tapi kita tidak puas. Kita akan terus perbaiki dalam waktu secepat-cepatnya," kata Gatot.

Dalam kesempatan yang sama, Honggo Widjojo Kangmasto, Direktur Jaringan dan Layanan BNI juga menyatakan peluncuran nomor telepon tunggal, 500046 tersebut, dimaksudkan untuk meningkatkan kemudahan, serta rasa aman dan nyaman bagi nasabah dalam menghubungi BNI.

"Layanan BNI Call bersifat end to end, terintegrasi serta mengacu pada konsep one stop solution, cukup dengan satu kali panggilan maka permintaan dan pengaduan nasabah dapat diselesaikan," ujarnya.

Dalam layanan itu, khusus nasabah yang menghubungi BNI Call melalui ponsel, BNI Call dapat diakses dengan menggunakan kode area Jakarta, yaitu 021-500046. Tarif telpon yang dikenakan, mengikuti harga dari operator telekomunikasi selular, masing-masing penelpon. Nomor 500046 dapat diakses dari saluran fixed line manapun di seluruh Indonesia dan tarif yang dikenakan oleh PT Telkom, adalah tarif panggilan lokal. (A-78/kur)***

Baca Juga

Disperindag Jabar dan Sumedang Gelar OPM

EKONOMI

SUMEDANG, (PRLM).- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag Kabupaten Sumedang serta Bulog Divre Bandung, menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) tahun 2015, di halaman kantor Kec.

Kemarau, Kualitas Air Susu Berkurang

EKONOMI
Kemarau, Kualitas Air Susu Berkurang

Cina Berusaha Kendalikan Pasar Saham

EKONOMI

BEIJING, (PRLM).- Pemerintah Cina mengambil sejumlah langkah baru sebagai bagian dari usaha mengatasi gejolak pasar keuangan negara itu.

Para penanam modal yang memiliki saham lebih dari 5% tidak diizinkan menjual saham dalam enam bulan ke depan.

Baru 60 Persen Perusahaan di Kab. Sukabumi yang Bayar THR

EKONOMI

SUKABUMI, (PRLM).- Memasuki sembilan hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1434 Hijriah, di Kota Sukabumi telah membentuk posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR).